PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya, Hindro Kusumo mengatakan bahwa pihaknya meminta Pemerintah Daerah atau Pemda untuk dapat terus mendukung dan mengusahakan pencapaian Universal Health Coverage atau UHC di Provinsi Kalimantan Tengah.

"Kami terus mengharapkan dukungan dari seluruh Pemerintah Daerah yang ada di wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya baik dari Pemda yang sudah mencapai UHC maupun Pemda yang belum mencapai UHC. Hingga saat ini masih ada tiga Pemerintah Daerah di wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya yang belum mencapai UHC," kata Hindro dalam rilisnya kepada Borneonews pada Selasa, 14 Maret 2023 pasca Kalteng menerima penghargaan UHC dari Wakil Presiden Indonesia, Ma'ruf Amin.

Dengan adanya kegiatan ini Hindro berharap mudah-mudahan bisa menjadi penyemangat bagi Pemerintah Daerah yang belum mencapai UHC.

"Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya masih terdapat tiga kabupaten yang belum mencapai UHC, yaitu Kabupaten Kapuas dengan jumlah peserta sebanyak 322.422 jiwa atau sebesar 78,26 persen, Kabupaten Pulang Pisau dengan jumlah peserta sebanyak 113.745 jiwa atau sebesar 83,38 persen, serta Kabupaten Gunung Mas dengan jumlah peserta sebanyak 118.522 jiwa atau sebesar 90,54 persen. Mudah-mudahan ini menjadi momentum untuk tercapainya UHC bagi seluruh Pemerintah Daerah,” jelas Hindro.

Dalam rilis yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menekankan agar penyelenggaraan Program JKN-KIS saat ini sudah on the track dan telah terbangun sebuah ekosistem JKN-KIS yang kuat dan andal yang juga didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi serta digitalisasi layanan yang terus dikembangkan.

BPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik juga menurutnya telah menjalankan tugas selama hampir 10 tahun dengan baik, sesuai dengan amanat UU Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.  Hal ini dibuktikan dengan pencapaian kinerja organisasi yang kian positif mulai dari predikat Wajar Tanpa Modifikasian atau WTM sebanyak 8 kali berturut sejak program bergulir tahun 2014 atau 30 kali sejak era PT Askes (Persero), kepuasan peserta yang semakin meningkat, serta yang tidak kalah penting adalah kondisi Dana Jaminan Sosial atau DJS Kesehatan yang sehat.

--page

"Dengan kondisi finansial yang sehat, tidak ada gagal bayar klaim kepada fasilitas kesehatan bahkan BPJS Kesehatan memberikan uang muka layanan untuk memastikan terjaganya cash flow rumah sakit. Harapannya fasilitas lebih nyaman dalam memberikan layanan kepada peserta tanpa ribet dan tanpa diskriminasi," kata Ghufron. (TESTI PRISCILLA/J)