BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa sejalan dengan tren secara Nasional, penutupan silicon valley bank juga tidak berpengaruh langsung terhadap perbankan yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.
"Dapat disampaikan sejalan dengan tren secara Nasional bahwa penutupan silicon valley bank tidak berpengaruh langsung terhadap perbankan yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah," kata Otto pada Selasa, 14 Maret 2023 malam.
Tidak terpengaruhnya perbankkan di Kalteng menurut Otto ditandai dengan trend pertumbuhan pada aset, kredit, dan DPK disertai dengan kualitas penyaluran kredit yang terjaga dengan baik di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai ini.
"Per Desember 2022, penyaluran kredit perbankan wilayah Kalimantan Tengah meningkat sebesar 16,65 persen year on year dengan rasio NPL Gross sebesar 1,15 persen yang secara trend berada di bawah 2 persen," jelas Otto.
Hal ini juga berlaku untuk Aset dan Dana Pihak Ketiga yang menurutnya juga mengalami peningkatan masing-masing sebesar 16,13 persen year on year dan 6,77 year on year.
--page
Sebelumnya bahwa penutupan Silicon Valley Bank atau SVB oleh Federal Deposit Insurance Corporation atau FDIC Amerika Serikat terjadi pada 10 Maret 2023 lalu.
OJK secara nasional telah menegaskan bahwa penutupan SVB ini tidak akan berdampak langsung terhadap industri perbankan Indonesia yang memiliki kondisi yang kuat dan stabil. (TESTI PRISCILLA/J)









