HUJAN gerimis sebelum menit-menit gerhana matahari total (GMT) terjadi tidak menghalangi warga Kota Sampit, Kalimantan Tengah, menikmati fenomena alam langka itu, Rabu (9/3/2016) pagi.
Posisi sinar matahari yang sejajar dengan bulan dan bumi, sehingga menghasilkan kegelapan layaknya malam hari itu terjadi sekitar 2 menit, mulai pukul 07.28 WIB. Sebagian warga yang berada di rumah maupun yang sedang berada di masjid, usai melaksanakan salat kusuf atau gerhana matahari berhamburan keluar untuk menyaksikan fenomena alam yang jarang terjadi itu.
Seperti di Jalan Tidar Raya, Sampit, ada yang membawa kamera dari telepon selulernya untuk mengabadikan GMT. Sebagiannya keluar rumah sambil menelepon kerabat jauhnya, untuk berbagi kebahagian bisa merasakan fenomena alam yang jarang terjadi ini.
Ucapan takjub, bahkan sesekali disertai zikir melihat kebesaran Yang Maha Kuasa pun spontan keluar dari mulut warga. “Ini sudah total ya, langitnya sangat gelap seperti malam saja, padahal siang, subhanallah,”ucap Rian, salah seorang warga Jalan Tidar Sampit.
Saat GMT sudah pada puncaknya, kendaraan yang lalu lalang pun menyalakan lampu utama, seperti berkendar di malam hari. Sebagian dari mereka juga membunyikan klakson kendaraannya, sebagian karena gembira, sekaligus memberi tanda kepada warga yang banyak berhamburan ke jalan. (MUHAMMAD RIFQI/B-10)
Warga Sampit juga Nikmati Gerhana di Bawah Cuaca Mendung
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Komentar (0)
Memuat komentar…

