BORNEONEWS, Palangka Raya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Tengah (Kalteng) membantah adanya kebocoran database dan berencana melakukan koordinasi bersama Tim Cyber Polda Kalteng mencermati isu kebocoran data pemilih.
“Kami KPU Provinsi (Kalteng) sepakat, kami akan berkoordinasi dengan bagian siber Polda Kalteng, mencermati masalah ini. Termasuk kepada pihak yang menyebarkan informasi yang menyesatkan bisa saja kami tindak lanjuti,” kata Komisioner KPU Kalteng Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Wawan Wiraatmaja, Rabu, 15 Maret 2023.
Ia menyampaikan, langkah yang diambil sesuai dengan perintah KPU RI, yakni melakukan penindaklanjutan isu yang mengarah pada penyesatan informasi ataupun informasi yang negatif.
Wawan menegaskan, hasil pengecekan tim KPU Kalteng menunjukan data yang diperjualbelikan di forum website tersebut invalid, dan bukan data dari KPU Kalteng.
Timnya sudah cek sejumlah nama dan tanggal lahir pada data di website tersebut, namun tidak ada ditemukan di data A-Daftar Pemilih Kalteng. Termasuk kode wilayahnya tidak menunjukan kesesuaian.
--page
“(Data) ID provinsi, ID kabupaten beda, walau nama provinsi semua ‘Kalimantan Tengah’,” tegasnya. (HERMAWAN DP/Y)









