Tiga tersangka pembobol ATM BRI yang ditangkap di Pangkalan Bun, Selasa (8/3/2016) kini sudah dijebloskan dalam penjara di Polres Palangka Raya. Apa alasan mereka membobol ATM BRI.
Mereka adalah Ganda Supianto (39) sebelumnya berinisial GA, warga RT 01, RW 01, Lampung Tengah, Jalan Raya, Padang Ratu, Yudianto, 33 (sebelumnya YD), warga Jalan Yosudarso, dan Iwan Setiawan, 35 (sebelumnya BB), yang keduanya tinggal satu rumah di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya.
Ganda menjadi otak pelaku pembobolan. Sedangkan Yudi dan Iwan berperan membantu melancarkan aksi. Lantas, kenapa hanya ATM BRI yang menjadi sasaran?
"Karena ATM (BRI) satunya milik istri saya dan satunya punya Ganda," ucap Iwan, di Polres Palangka Raya, Rabu (9/3/2016).
Sementara Ganda mengaku, belajar dari rekannya asal Lampung untuk membobol ATM dengan cara unik itu. ATM yang digunakan juga BRI, sedangkan sasaran ATM adalah mesin lama dan tertera merek tertentu.
Dia kemudian melancarkan aksi di daerah asal, tapi hasilnya minim. Kemudian Ganda bertolak ke Palangka Raya dan tiba pada Sabtu (5/3/2016). Sesampainya, Ganda kembali mencoba membobol ATM BRI di kawasan Bandara Tjilik Riwut. Tapi gagal karena saldo kosong.
Sebelumnya, beberapa tahun lalu, Ganda juga pernah berada di Palangka Raya. Dia menjalankan usaha minyak dan diantar ke Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas. Dia memiliki anak buah yakni Yudi dan Iwan. Rekannya yang mendidik dia untuk membobol ATM juga dikenal di Palangka Raya.
Pasca gagal di ATM BRI kawasan Bandara, Ganda mendatangi Yudi dan Iwan. Dia kemudian mengajak untuk beraksi, yakni Jalan Yosudarso, Tangkiling, Rajawali, RT A Milono, A Yani masing-masing satu TKP. Kemudian dua TKP sisanya di Jalan G Obos.
Untuk di Pangkalan Bun, hanya dua TKP. "Totalnya yang di Palangka Raya dapat Rp6,5 juta. Di Pangkalan Bun Rp 12,5 juta. Tidak ada puluhan TKP dan untungnya cuma itu," akunya.
Sedangkan TKP di Sampit, ia mengaku tidak ada. "Di Sampit hanya istirahat saja. Jadi setelah beraksi di G Obos VII, langsung menuju Sampit. Di sana sampai malam dan istirahat. Terus paginya baru berangkat ke Pangkalan Bun dan beraksi. Ketika itu langsung ditangkap,” kata dia.
Menurutnya, hasil keuntungan itu belum dibagikan. Masih digunakan untuk keperluan sehari-hari dan belanja baju. "Kalau saya rencananya mau untuk modal bisnis minyak lagi," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/m)


