PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) merumuskan kebijakan dalam mengoptimalkan langkah pengendalian kenaikan harga barang menjelang Ramadan.

"Saya minta TPID merumuskan upaya pengendalian inflasi, termasuk solusi tentang ketersediaan pasokan dan stabilitas bahan pokok kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan tahun ini," katanya, Kamis, 16 Maret 2023.

Strategi pengendalian inflasi itu juga menjadi bagian dari kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman resesi ekonomi pada 2023.

Fairid pun meminta, upaya pengendalian ekonomi di Kota Cantik juga harus menyasar pada upaya jangka panjang yang berkelanjutan.

"Tentu strategi ini lebih sulit dirumuskan, tetapi harus dimiliki atau disiapkan secara rinci dan menyeluruh dengan berbagai skenarionya pada setiap sektor. Sehingga nantinya pemerintah siap menghadapi berbagai bentuk gejolak yang mengancam ketahanan ekonomi," ujarnya.

Meski begitu TPID juga tidak boleh mengesampingkan upaya jangka pendek dalam pengendalian inflasi, seperti dengan melakukan operasi pasar atau pasar murah dan meningkatkan pengawasan peredaran bahan pangan pokok.

Untuk itu, Fairid meminta seluruh jajarannya bersama berbagai pihak terkait terus menjalin koordinasi dan komunikasi serta kerja sama secara berkelanjutan.

--page

Sementara itu, dalam upaya pengendalian inflasi awal tahun, secara jangka pendek Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) melaksanakan operasi pasar.

Dia mengatakan, operasi pasar bertujuan membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah untuk mendapatkan bahan pokok serta sebagai upaya mencegah terjadinya inflasi akibat kenaikan harga bahan pangan. (HENDRI/R)