BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Tim Penggerak dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Ivo Sugianto Sabran mengatakan, saat ini di provinsi setempat masih terdapat tiga kabupaten yang belum aktif dalam menjalankan Posyandu.
"Ketiga kabupaten tersebut di antaranya Kapuas, Seruyan, dan Katingan," katanya saat menjadi narasumber dalam rapat Tim Pokjanal Posyandu tahun 2023, di Bahalap Hotel, Kota Palangka Raya, Kamis, 16 Maret 2023.
Dia berharap posyandu yang belum bisa berjalan lebih aktif lagi, sehingga apa yang diharapkan oleh pemerintah terkait pembinaan kesehatan di masyarakat baik itu penurunan angka kematian dan stunting dapat terwujud.
Stunting adalah masalah gizi kronis yang akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran. Selain kontribusi aktif dari masyarakat serta kader Posyandu setiap organisasi perangkat daerah (OPD) turut berkontribusi terhadap penanganan stunting.
"Tiap OPD ada satu program lagi yang namanya bapak ibu asuh Posyandu, yaitu mengelola Posyandu di lokus stunting. Di Kalteng Posyandu aktif sudah mencapai 72,14 persen, sudah ada peningkatan dari tahun kemaren," jelasnya.
--page
Dia mengharapkan, target penurunan stunting di tahun 2024 bisa mencapai 16 persen. Sebagaimana diketahui, pemerintah di tingkat nasional telah menargetkan prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen.
"Selaras dengan dilangsungkan rapat Tim Pokjanal Posyandu diharapkan juga menguatnya komitmen para pemangku kepentingan di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung pelaksanaan program kerja Pokjanal Posyandu," tutupnya. (NOPRI/J)









