PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh mendorong adanya peningkatan produktivitas pertanian, salah satunya ialah beras. Hal ini disampaikannya mengingat saat ini Kalteng masih mengalami inflasi, yang terbaru diakibatkan kenaikan harga beras.

"Kami mendorong peningkatan produktivitas pertanian beras melalui penanaman IR-42 yakni Karau Unggul, melalui pendirian klaster IR-42 dan cabai," kata Taufik dalam rilis kepada Borneonews pada Kamis, 16 Maret 2023.

Menurut Taufik, hal ini juga disampaikannya kemarin Rabu, 15 Maret 2023 dalam kegiatan High Level Meeting atau HLM di Ruang Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah. Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID bersama Tim Percepatan bersama Perluasan Digitalisasi Daerah atau TP2DD Provinsi Kalimantan Tengah kemarin menurut Taufik telah melaksanakan High Level Meeting atau HLM dalam rangka koordinasi dan sinergi terkait perkembangan inflasi dan digitalisasi menjelang HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 1444H.

"Perluasan kerjasama antar daerah atau KAD untuk komoditas seperti telur ayam, cabai, dan bawang merah dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah juga dapat dilakukan," tutur Taufik lagi.

Berdasarkan hasil rilis Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, lanjut Taufik, inflasi gabungan Kalteng pada Februari 2023 tercatat 0,10% (mtm) menunjukan penurunan dibandingkan Januari 2023 yang sebesar 0,13% (mtm).

--page

"Tingkat inflasi ini lebih tinggi dibandingkan Februari 2022 yang deflasi 0,01% (mtm) menunjukan adanya tekanan yang meningkat seiring pencabutan PPKM," jelas Taufik.

Inflasi periode Februari 2023 menurut Taufik utamanya didorong oleh kenaikan harga beras seiring belum masuknya masa panen raya dan cuaca ekstrem yang mengganggu produksi padi. Selain itu, rokok kretek filter juga menjadi pendorong inflasi seiring kebijakan kenaikan cukai rokok oleh Pemerintah. (TESTI PRISCILLA/H)