BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah menyusun berbagai strategi menjelang Ramadan dan Idul Fitri tahun 2023 ini demi menjaga keterjangkauan harga berbagai kebutuhan pokok di kalangan masyarakat.
"Beberapa strategi dalam menjaga keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri telah disusun," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Taufik Saleh, Jumat, 17 Maret 2023.
Menurut Taufik, hal ini juga disampaikannya kemarin Rabu, 15 Maret 2023 dalam kegiatan High Level Meeting atau HLM di Ruang Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah. Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID bersama Tim Percepatan bersama Perluasan Digitalisasi Daerah atau TP2DD Provinsi Kalimantan Tengah kemarin menurut Taufik telah melaksanakan High Level Meeting atau HLM dalam rangka koordinasi dan sinergi terkait perkembangan inflasi dan digitalisasi menjelang HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H.
"Penyelenggaraan pasar murah secara intensif, pembentukan tim cepat tanggap, maupun alternatif pemberian subsidi ongkos angkut dapat menjadi strategi TPID dan TP2DD," tutur Taufik lagi.
Menurut Taufik, produktivitas pertanian yang masih tergolong rendah, ketergantungan daerah lain, infrastruktur dan distribusi, serta ongkos angkut masih menjadi tantangan inflasi yang perlu menjadi perhatian TPID Provinsi Kalteng.
--page
"Karena itu kami mendorong peningkatan produktivitas pertanian beras melalui penanaman IR-42 yakni Karau Unggul, melalui pendirian klaster IR-42 dan cabai," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/J)









