BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng), Nuryakin mengingatkan lima program prioritas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
“TPPS harus terarah pada lima program prioritas, mulai dari pendataan keluarga berisiko stunting, pendampingan surveilans,” tuturnya saat Roadshow Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di kabupaten/kota se-Kalteng bersama kementerian baru baru ini.
Nuryakin mengatakan tiga program sisanya adalah Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan tematik stunting seperti audit kasus stunting, minilokakarya, elektronik siap nikah dan hamil, serta TPK.
Hal itu sesuai dengan pencapaian indikator Perpres Nomor 72 Tahun 2021 dan Peraturan Badan Perwakilan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021.
"Keluarga yang berisiko stunting terdata dari 117.091 keluarga sasaran, yang mempunyai ibu hamil, baduta dan balita terdapat 59.669 keluarga,” sebutnya.
--page
Ia menyampaikan dari data tersebut terdeteksi 22.639 keluarga mempunyai jamban tidak layak dan 23.028 keluarga memiliki akses air minum utama tidak layak.
“Sedangkan, jumlah keluarga sasaran berisiko stunting memperoleh pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga di Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 78.943 (67,4 persen)," terangnya. (HERMAWAN DP/Y)









