PEMERINTAH Kabu­pa­ten Sukamara mem­ba­­talkan renca­na me­­­mulangkan eks anggota organisasi Ge­rakan Fajar Nusantara (Ga­fatar) yang bermukim di Dusun Pu­du Kuali, Desa Karta Mulya, Ke­camatan Sukamara, ke dae­rah asal mereka.


Sebaliknya, Pemkab Suka­ma­ra memutuskan akan mem­­bina eks anggota Gafa­tar dengan ha­rapan mereka bi­sa kembali ke jalan yang be­nar.


Sebelum melakukan pembi­na­an, eks anggota Gafatar yang telah bermukim di Du­­sun Pudu Kuali sejak sem­bi­­lan bulan lalu, diminta men­gucapkan ikrar dan pernya­ta­an sikap.


Pembacaan ikrar dilakukan di Gedung Gawi Barinjam pada Selasa (8/3/2016).


Ada 10 poin tertuang da­l­am pernyataan sikap yang di­­ikrarkan, yang intinya eks ang­gota Gafatar siap mematu­hi semua aturan pemerintah, ber­sedia bergabung dan mem­baur dengan masyarakat lokal, serta bersedia men­jun­jung tinggi budaya, adat is­tiadat, dan kearifan lokal yang berlaku di masyarakat.


Setelah pembacaan ikrar, se­banyak 12 kepala keluarga perwakilan eks anggota Gafatar diminta menandatangani pernyataan tersebut.


Bupati Sukamara Ahmad Dir­man seusai menyaksikan pembacaan ikrar, mengata­kan bahwa pernyataan sikap ter­sebut bernilai positif yang me­­­nunjukan bahwa pembi­na­­an dapat berjalan lan­car dan baik.


“Kita berharap ikrar yang su­dah dibacakan tadi dapat di­laksanakan dengan baik dan iklas,” katanya.


Meski telah menyatakan sikap, Pemkab Sukamara akan terus memantau aktivitas eks ang­gota Gafatar.


Dalam kesempatan itu, Bu­­pati turut pula mengimbau se­­luruh masyarakat Su­kama­ra agar tidak mudah ter­provo­kasi dan khawatir karena per­soalan Gafatar sudah di­tangani pemerintah.


“Kepada masyarakat tidak per­lu khawatir karena ini su­dah ada yang menangani,” ujarnya.


Sementara itu, perwakilan eks anggota Gafara Isma Dwi Kurniawan berjanji akan me­lak­­sanakan 10 pernyataan si­kap yang telah diikrarkan dan siap mengikuti program pembinaan yang dilaksa­nakan pemerintah.


“Kita meminta maaf kepa­da pemeritah yang sudah me­repotkan dan kepada ma­syarakat yang sudah resah atas keberadaan kami di Su­ka­mara” katanya.


Isma berharap, dengan pem­­bacaan ikrar, eks anggo­ta Gafatar di Sukamara dapat hi­dup normal tanpa merasa kha­watir. (B-3)