PELEBARAN Jalan Iskandar, di kawasan Bundaran Pancasila Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mulai dikerjakan.
Bangunan taman dan pepohonan yang berada di lokasi proyek pun sudah mulai dibongkar dan ditebangi. Aktivitas pelebaran jalan ini, tak ayal bakal mengganggu arus lalu lintas. Belum lagi keberadaan sampah, tumpukan galian tanah dan material proyek. Pihak pelaksana proyek diimbau tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kobar, Mulyadin mengatakan, pelebaran Jalan Iskandar ini merupakan salah satu bagian dari rencana penataan perkotaan Pangkalan Bun dan menjadi program berkelanjutan yang harus dilaksanakan pemerintah.
Namun begitu, dirinya mewanti-wanti dinas terkait dan pihak kontraktor pelaksana proyek pelebaran jalan, agar pelaksanaan pelabaran jalan itu tetap memperhatikan azas keselamatan lalu lintas dan kenyamanan para pengguna jalan.
“Dalam pelaksanaanya, harus memperhatikan faktor-faktor kenyamanan dan keamanan serta keselamatan pengguna jalan. Jangan seenaknya menumpuk material atau barang-barang proyek.
Kemudian, rambu-rambu peringatan atau pemberitahuan yang dipasang di lokasi proyek itu harus mencukupi,” kata Mulyadin, Rabu (9/3).
Kepala Dinas PU Kobar, Agus Yuwono mengatakan, pelebaran Jalan Iskandar sudah mulai dilaksanakan sejak beberapa hari lalu. Bangunan taman yang sebelumnya berada di sisi jalan yang akan dilebarkan, untuk sementara pihaknya bongkar atau pindahkan.
“Tapi pedestriannya nanti tidak selebar, seperti yang di sebelahnya. Karena ada pagar Monumen Palagan Sari. Kalau lebar aspalnya tetap sama. Dari as jalan sekitar 11 meter. Yang di sisi kiri, yang didepan kafe-kafe itu juga dilebarkan,” ujar Agus Yuwono, Rabu (9/3). (RD/B-7)


