BORNEONEWS, Palangka Raya - Masyarakat perlu memahami bahwa Covid-19 saat ini masih tergolong dalam penyakit yang labil. Artinya, penyakit ini masih terus bermutasi seiring waktu.
Jika perlindungan masyarakat melemah, maka bukan tidak mungkin penularan secara luas akan terjadi kembali.
“Ketika masyarakat itu tidak mau lagi divaksin, pada suatu saat penyakit Covid-19 ini bisa menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), karena sampai sekarang pun masih ditemukan kasus mutasi Covid-19 di berbagai negara,” kata Ketua Perhimpunan Ahli Epidemologi Indonesia Cabang Kalimantan Tengah, Rini Fortina.
Rini mengungkapkan, saat ini upaya pencegahan Covid-19 yang paling baik adalah dengan kesadaran dan kemandirian masyarakat. Masyarakat tidak terus menerus bergantung pada kebijakan pemerintah, hanya agar mau mengikuti program vaksinasi atau sekedar mematuhi protokol kesehatan.
“Saat ini yang sulit adalah mempertahankan agar pengendalian Covid-19 ini bisa berjalan dengan baik, karena pandangan masyarakat saat ini sudah berubah,” tuturnya.
--page
Ia mengakui secara angka, Covid-19 memang terus melandai. Tapi kalau tidak ada kemandirian masyarakat untuk mau booster, maka penularan Covid-19 secara masif bisa saja kembali terjadi.
Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Jumat 17 Maret 2023 kasus konfirmasi Covid-19, pasien sembuh, dan jumlah pasien meninggal dunia tidak mengalami penambahan.
Secara kumulatif, total kasus konfirmasi covid-19 berjumlah 60.447 kasus, pasien sembuh 58.690 orang, dan pasien meninggal dunia 1.741 orang.
Kasus aktif yang dirawat dirumah sakit ada 7 orang dan yang isolasi mandiri ada 9 orang. Jika berdasarkan persentase, maka persentase kesembuhan 97,10 persen, dalam perawatan 0,02 persen, dan meninggal 2,88 persen. (HERMAWAN DP/Y)









