GARA-gara mendapat la­poran dari Kepala Desa Banut Kalanaman, Sri Opnewatie jika desanya tidak pernah dikunjungi petugas puskesmas­, Bupati Katingan Ahmad Yantenglie marah dan langsung memberhentikan Kepala Pus­kesmas Kereng Pangi, As­mawi.


“Saya ucapkan terima kasih atas laporan Kepala Desa Banut Kalanaman tadi. Kenapa petugas Puskesmas Kereng Pangi tidak pernah mengun­ju­ngi­ desa ini, siapa kepala puskesmasnya,” ujar bupati saat menyampaikan sambut­an­ pidato pada pencanangan Kampung KB

Belum Lamus di Desa Banut Kalanaman, Selasa (8/3/2016).


Bupati mempertanyakan apakah semua puskesmas di daerahnya kelakuannya juga seperti Puskesmas Kereng Pangi yang ‘ogah’ mengunju­ngi desa.


Bahkan bupati mengancam akan memotong dana opera­sio­nal pegawai puskesmas.


“Saya tidak ingin kampung KB ini lenyap tidak ada kunjungannya lagi dari puskesmas. Sebab tadi berdasarkan­ laporan kades, petugas pela­ya­n­an kesehatan tidak pernah berkunjung ke desa ini,” imbuhnya.


Menurutnya pembinaan kesehatan itu sangat perlu.


“Saya sudah sering berkun­ju­ng­ ke daerah dan saya katakan puskesmas menjadi ujung tombak, pusling harus ditingkatkan. Kok di sini ga ada pusling. Nanti diganti saja kepala puskesmasnya, sa­ya akan tandatangani besok, pemberhentiannya,” te­gasnya.


Dikonfirmasi, Kepala Pus­kes­mas Kereng Pangi Asma­wi­ yang saat itu turut berha­dir­ dan mendengar pidato bupati mengatakan jika ia sebenarnya tidak ingin mem­be­la diri.


“Yang pasti apa yang disam­paikan bupati tadi, itu seba­gai pembelajaran buat saya. Ta­pi yang saya ketahui dan nan­ti kalau saya membela diri kan ga enak,” ujarnya.


Yang pasti dari Dinkes dan Ka­des Banut Kelanaman yang menyampaikan mung­kin­ bisa mengklarifikasi apa yang sesungguhnya terjadi. 

(B-6)