KAPUAS disiapkan ja­di daerah yang swasembada bawa­ng merah untuk­ wila­yah Kalteng.

Kapuas dinilai potensial untuk pegembangan bawang merah dengan luas lahan yang sudah disiapkan 30 hektare.


“Tahun ini dari dana APBN dan APBD provinsi disedia­kan dana untuk pengembang­an 60 hektare bawang merah. Lokasinya di Kapuas dan Kotawaringin Timur,” kata Vianolia Tantri, Kabid Holtikul­tura Dinas Pertanian Kalteng, Se­lasa (8/3/2016).


Pada 2015, Kapuas dapat bantuan bibit bawang merah yang dananya dari APBN untuk 12 hektare dan APBD provinsi 3 hektare.


“Kami melakuan kunjungan­ ini untuk melihat hasil panen bawang merah oleh kelom­pok­ tani di Dadahup G3. Hasilnya sangat memuaskan de­ngan 2 hektare luasan ta­nam­, tapi hasil panen tidak kalah dengan bawang dari Jawa,” tuturnya.


Vionolia menyebut sejak 2012 komoditas bawang me­rah sudah mulai dikembangkan di Kalteng, tapi jumlahnya masih sedikit.

Tapi secara perlahan, kini jumlah petani yang menana­m sudah mulai banyak.


“Walau sempat diragukan ji­ka Kalteg mustahil bisa dikembangkann bawang me­rah, tapi kita optimis dan hasilnya cukup bagus,” im­buh­nya.


Sementara itu Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur, Mus­tafa mengakui meski ta­hun ini terlambat menanam bawang merah karena cuaca ekstrim, tapi hasilnya lumayan memuaskan.


Di sisi lain Mustafa meng­aku­ kesulitan saat hendak menaman bawang merah karena masih manual, sehing­ga perlu menggunakan alat agar cepat dan ringan.


“Kami mengharapakan ban­tuan Alsintan. Seharusnya­ sudah waktunya tanam, tapi kami masih sibuk buat lahan, tapi jika pakai alat, proses buat lahan lebih cepat, sehi­ng­ga waktu tanam dan panen­nya bisa tepat. (DJIMMI NAPOLEONB-6)