PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pansus Pembahasan Raperda RTRWP tahun 2023-2043 DPRD Kalteng berencana akan mengkaji lebih dalam usulan terkait luasan outline atau holding zone seluas 3.314.568,62 hektare di dalam Raperda RTRWP Kalteng.

Ketua Pansus RTRWP Kalteng tahun 2023-2043, Yohannes Freddy Ering mengatakan, usulan yang dimaksud itu merupakan penambahan dari outline atau holding zone yang ada pada Perda Nomor 5 Tahun 2015, yakni sebesar 2.594.715 hektare sehingga jika ditotal menjadi 5.909.283,62 hektare dari luas daratan wilayah Kalteng yakni 15.344.650,00 hektare.

"Pengkajian ini agar usulan tersebut benar-benar secara riil mengakomodasi kepentingan masyarakat pada umumnya. Kedepan, kerja Pansus akan lebih fokus kepada upaya mengklarifikasi pencadangan lahan yang akan digunakan menjadi kawasan Area Penggunaan Lain. Sehingga, betul-betul mencerminkan kebutuhan Kalteng secara riil," ucapnya, Sabtu, 18 Maret 2023.

Politisi PDIP ini juga menjelaskan, perluasan wilayah daratan itu menjadi salah satu hal yang paling krusial. Oleh karenanya usulan outline atau holding zone RTRWP Kalteng tahun 2023-2043 harus benar-benar dihitung dengan baik.

"Usulan ini kan masih dalam proses pembahasan. Sehingga, usulan outline atau holding zone seluas 3.314.568,62 hektare masih bersifat konsep, belum menjadi harga mati. Jadi, nanti akan dikaji dan dibahas lebih dalam oleh tim Pansus dan Tim dari Pemprov Kalteng," ujarnya.

Dirinya menekankan bahwa hasil pembahasan bersama sangat berpengaruh terhadap usulan tersebut. Apakah benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, pemda, termasuk juga investasi di Kalteng. Sehingga, tidak menutup kemungkinan usulan perluasan bisa menjadi kurang atau lebih nantinya.

--page


"Pembahasan juga akan memperhatikan UU Cipta Kerja, di mana arahannya kan dalam rangka revisi RTRWP Kalteng, juga mengakomodir luasan bentang laut. Kalau dulu RTRWP Kalteng hanya mencakup luas kawasan daratan saja yakni seluas 15.344.650,00 Hektare, sekarang sudah ditambah luasan bentang laut menjadi 16 juta Hektare lebih.Ini juga menjadi pembahasan kami," tukasnya. (DONNY D/Y)