DINAS Kebersihan dan Pertamanan Ko­ta Banjarmasin, Pro­vinsi Kalimantan Selatan, terus berusaha me­­ngem­bangkan bantuan gas me­tan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Basirih.


Bantuan itu untuk sementara dikhu­sus­kan bagi warga di sekitar TPA lantaran kawas­an tersebut banyak menyimpan jenis gas metan.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Ban­jar­masin Muhyar meng­ung­kapkan, jumlah warga yang mendapat bantuan gas me­tan pada tahun ini seba­nyak 80 kepala keluarga.


“Kalau tahun lalu kita me­nya­­­lurkan gas metan gratis da­­­ri TPA Basirih untuk se­ba­­nyak 50 rumah tangga, ki­­ni pa­da 2016 bertambah 30 sehingga berjumlah 80 ru­­mah tang­ga,” ungkap Muh­yar saat men­dampingi Tim Pe­mantau/Penilai Adipura memantau TPA Basirih, Rabu (9/3/2016).


Ia berencana terus menam­bah pemanfaatan gas metan dari TPA Basirih supaya jumlah warga yang menerima bantuan gratis terus bertam­bah. Hal itu, sambungnya, se­ja­lan dengan terus bertam­bah­nya luas lokasi TPA hingga nan­tinya mencapai standard 39 hektare.


Bantuan gas metan dari TPA Basirih sejauh ini baru se­batas pemenuhan ba­han ba­kar kompor gas, belum untuk penerangan rumah tangga. “Kita ingin menambah la­han TPA Basirih, tapi tampak­nya sulit karena dimiliki ma­sya­rakat dan kelihatannya tum­pang tindih dalam peng­ua­­­saan. Selain itu, masih me­nunggu rencana TPA regio­nal,” ucap Muhyar.


Capai 500 ton


Sebelumnya, petugas pos jem­batan timbang TPA Basirih, menuturkan bahwa sam­pah yang masuk ke tempat pembuangan akhir per hari atau dalam satu kali 24 jam sangat banyak, mencapai 500 ton.


Sementara itu, Tim Pemantau Adipura dari Kemente­ri­an Lingkungan Hidup dan Ke­hutanan (Kemen LHK)-Pon­idi mengecek kebenar­an ins­talasi pembuatan gas metan yang hasilnya dibagikan gratis ke masyarakat.


Namun, penge­ce­kan hanya se­batas di jaringan instalasi, ti­­dak kepada penduduk yang men­­dapatkan gas metan seca­ra gratis tersebut.


Ponidi menyebut, dirinya ti­­dak menyambangi warga yang me­­­nerima bantuan gas me­tan ka­rena letak tempat ting­­gal mereka relatif jauh ser­­ta kondisi jalan ke permu­ki­man masih sakit. (B-3)