BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siswandi mengatakan pembangunan karingan air bersih dan mandi cuci kakus (MCK) perlu menjadi priotitas yang harus diperhatikan oleh pemda.
Perlunya jaringan air bersih dan MCK yang layak salah satu tujuannya yakni dalam rangka untuk menurunkan angka stunting khususnya di wilayah Kalteng yang saat ini masih ada sejumlah daerah ditemui kasus stunting.
"Salah satu faktor penyebab stunting itu yakni minimnya air bersih untuk konsumsi dan MCK yang tidak layak. Ini parut menjadi perhatian pemda, karena di wilayah Kalteng sendiri masih banyak keluarga yang tidak memiliki sarana air bersih dan juga MCK yang layak," ucapnya, Minggu, 19 Maret 2023.
Terlepas dari itu, ia pun turut mengapresiasi upaya Pemprov Kalteng dalam rangka menurunkan angka kasus stunting di Kalteng. Di mana angka stunting berhasil diturunkan sebesar 0,5 persen dengan rincian tahun 2021 sebesar 27,6 persen menjadi 26,9 persen ditahun 2022.
"Kita patut bersyukur angka stunting dapat diturunkan. Akan tetapi, upaya menurunkan angka stunting itu harus tetap dimaksimalkan biar terus mengalami penurunan, dan tentunya juga dalam upaya tersebut perlu ada kajian yang mendalam," tuturnya.
Pasanya lanjut dia, banyak faktot yang menyebabkan kasus stunting ini terjadi, maka dari itu diperlukan kajian yang lebih mendalam dalam rangka menurunkan angka stunting di Kalteng setiap tahunnya hingga nol kasus.
Sementara itu Sekda Kalteng, Nuryakin menyebut di wilayah Kalteng saat ini keluarga yang berisiko stunting yaknibada sekitar 117.091 keluarga. Dari keluarga beresiko stunting tersebut terdapat 22.639 keluarga yang mempunyai jamban tak layak dan 23.028 keluarga yang memiliki akses air minum utama tak layak.
Sedangkan jumlah keluarga sasaran berisiko stunting yang memperoleh pendampingan dari Tim Pendamping Keluarga di Provinsi Kalteng yaitu sebanyak 78.943 atau 67,4 persen.
"Ini tentunya akan menjadi catatan kami dan kami pun akan segera intervensi dengan SKPD terkait yangcberkaitan dengan kementerian PUPR, dinas PUPR dan teman teman dari Perkimtan, untuk memperhatikan jaringan air bersih dan juga MCK," ujarnya.
Selain itu, dirinya mengungkapkan ada beberapa program percepatan penurunan stunting di Kalteng yang terintegrasi dan bersinergi. Diantaranya seperti dapur sehat atasi stunting yakni bekerja sama dengan BKKBN, bapak asuh anak stunting dan sudah dilaksanakan di Kabupaten Murung raya dan Lamandau.
--page
"Kemudian juga ada pengukuhan bapak asuh anak stunting oleh bapak Kasad, Jendral TNI, Dudung Abdurrahman saat beliau melakukan kunjungan kerja ke Kalteng beberapa waktublalu," pungkasnya. (DONNY D/R)









