RIBUAN warga memadati tribun utama Lapangan Sanaman Mantikei Palangka Raya, Rabu (09/3/2016). Sejak pukul 05.00 WIB mereka sudah berduyun-duyun agar mendapatkan tempat. Hujan deras pun tak menyurutkan niat warga. 


Hal itu karena Walikota mengundang warga untuk datang pukul tersebut. Di panggung utama pun, sudah siap tetua adat melantunkan doa dalam bahasa Dayak guna menyongsong peristiwa gerhana matahari total (GMT).


Bahkan, Pemkot Palangka Raya itu menyiapkan beberapa astronom asal Yogyakarta sehingga ada yang memandu dan menjelaskan tahap-tahap peristiwa langit yang mengiringi momen GMT.


Namun demikian, siapa sangka Walikota Riban Satia ternyata menyimpan rasa cemas di awal GMT yang mulai berproses pada pukul 06.29 WIB tersebut. 


Kekhawatiran Riban lantaran selain ada gerimis juga keadaan langit sedang mendung cukup tebal. Khawatirnya, banyak warga dan wisatawan asing termasuk peneliti dari komunitas astronom maupun peneliti BMKG tidak puas.


“Tetapi ya bersyukur, atas berkah Alloh SWT akhirnya dibukakan juga awan itu sehingga terlihat. Meskipun saat gerhana puncaknya tertutup awan. Mari kita syukuri, dan semoga memontum GMT ini juga mengenalkan potensi Palangka Raya di seantero dunia,” tutur Riban seusai kegiatan nonton bareng. 


Terpisah, Ketua DPRD Palangka Raya Sigit K Yunianto mengapresiasi kegiatan yang digelar Pemkot. Ia pun berharap, kesuksesan itu tidak hanya diukur gelaran rangkaian acara dalam menyongsong momentum, tetapi dilengkapi data yang mendukung kesuksesan lainnya, antara lain banyaknya spot wisata milik Kota yang dikunjungi turis asing maupun dalam negeri, juga data tingkat hunian hotel dan wisma, maupun data penelitian apa saja yang di lakukan peneliti. 


“Kalau itu terungkap dan terdata dengan baik, sungguh sangat menjual,” imbuhnya.