SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua UMKM Harati, Rahmat Noor ingin menjadikan batok kelapa sebagai produk Inovatif yang memberikan nilai tambah untuk masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Mengingat Kotim merupakan wilayah penghasil kelapa yang cukup banyak khususnya di wilayah bagian selatan. Tidak dengan mengolahnya, tapi keinginannya yakni dengan mengekspor arang batok kelapa ke Pulau Jawa untuk dijadikan bahan baku briket.

"Potensi ekspor arang batok kelapa ini sangat menjanjikan sekali,"katanya, Minggu, 19 Maret 2023.

Untuk itu, dirinya mengunjungi Desa Kuin Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang dianggapnya memiliki potensi untuk dikembangkan karena di sana banyak ditemukan pohon kelapa.

"Kemarin saya langsung cek ke lapangan di Samuda ada dua tempat yang bisa mengerjakan arang dari batok kelapa hanya kendala di sana tempat pembakarannya belum maksimal dan belum standar SOP," ungkapnya.

--page

Kendati demikian, dirinya mengaku sudah mengambil sampel dan akan dikirimkan kepada pembeli yang berada di Pulau Jawa sebagai contoh bahan baku yang hendak diekspor.

"Kalau cocok harga dan kualitasnya masuk bisa ditindaklanjuti kerjasama ekspor di bidang usaha ini," bebernya.

Menurutnya, di kotim saat ini pemanfaatan batok kelapa belum maksimal, kalaupun ada hanya digunakan dalam skala kecil saja.

"Kebutuhannya masih untuk produksi rumah tangga. Melihat potensi ini makanya saya langsung melihat tempat pembakaranya di Samuda agar bisa di ekspor dalam skala besar," pungkasnya. (NOOR ANNISA/J)