MASYARAKAT yang tinggal di pinggiran Sungai Kahayan harus lebih waspada. Apalagi jika memiliki anak yang masih perlu mendapat pemantauan. Sebab, sungai yang melintasi Kota Palangka Raya, itu telah meluap, dan sudah menelan korban jiwa.
Adalah Muhammad Alif Saputra (7 tahun) warga Jalan Anoi, Palangka Raya korbannya. Putra pertama dari dua bersaudara pasangan Nur Asiah (38) dan Ahmat Rasikin (47) itu diketahui tenggelam tidak jauh dari rumahnya pada Selasa (8/3/2016) sore. Baru ditemukan pada malam harinya, dalam kondisi tewas.
Peristiwa itu bermula ketika Alif sedang bermain sambil mandi bersama dua rekannya. Padahal, Alif belum bisa berenang. Parahnya ketika dua rekannya pulang, Alif masih asyik mandi, hingga musibah itu terjadi tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Orang tua Alif baru sibuk mencari saat sang anak tak kunjung pulang. Alif meninggalkan jejak berupa sepedanya di sekitar gorong-gorong tidak jauh rumahnya. Setelah bertanya kepada para tetangga, namun tidak mengetahui, munculah dugaan kalau Alif tenggelam.
Warga lalu melakukan pencarian. Tim SAR juga turun membantu. Beberapa jam kemudian dia ditemukan sekitar 15 meter dari TKP (tempat kejadian perkara). Melihat kondisi sudah meninggal dunia, ibu korban jatuh pingsan. “Dia mandi dengan temannya. Tapi kawannya pulang duluan. Di sini banjir sudah sekitar tiga hari,” kata tetangga korban, Yeni (21 tahun). (BY/B-10)


