SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih mengalami beberapa kendala. 

"Terutama wilayah selatan dan utara kendalanya masih masalah signal," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Agus Tripurna Tangkasiang, Senin, 20 Maret 2023.

Agus mengutarakan itu saat melakukan sosialisasi kebijakan pelayanan pendaftaran penduduk dan launching IKD di Aquarius Boutique Hotel, Sampit. 

Masih ada 47 desa menjadi titik blank spot di wilayah ini. Dalam proses instalasi juga memerlukan signal internet yang stabil, sementara di beberapa wilayah masih belum stabil.

Agus menambahkan, tidak semua masyarakat memiliki HP android dan tidak semua smartphone support aplikasi IKD. "IKD hanya menggunakan HP android, ada tipe HP iOS tidak bisa," bebernya.

Dengan berbagai kendala itu, pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai target penerapan IKD yakni 28 persen dari wajib KTP. Sementara, hingga kini pengguna IKD di Kotim mencapai 0,3 persen yakni 1.113 jiwa, masih jauh dari capaian target 77.000 jiwa.

"Insya Allah kita bisa mencapai target itu. Kami akan lakukan jemput bola," tutupnya. (DEWI PATMALASARI/R)