Bupati Katingan Ahmad Yantenglie mengungkapkan, kesejahteraan masyarakat Katingan akan sulit dicapai apabila keterisolasian masih membelenggu wilayahnya. Oleh karena itu sejak awal, dirinya bertekad untuk membukakan akses jalan baik dari desa ke desa ataupun desa ke kecamatan hingga kabupaten.
"Secara teori jika kita berbicara sektor ekonomi, maka tidak mungkin sejahtera kalau masyarakatnya masih terisolasi. Maka sebab itu kita berusaha membuka akses jalan darat," ungkapnya, baru-baru ini.
Bupati mengaku, memang ada beberapa proyek pembangunan jalan yang masih belum kelihatan atau belum dapat dilalui. Namun semua itu butuh proses dan prosedur birokrasi yang tidak mudah. Untuk itu dia meminta kepada seluruh masyarakat untuk kemudian bersabar dan menyerahkan segala prosesnya kepada pihak pemerintah daerah.
"Sebagian ada yang keliatan badan jalan, sedangkan yang lain masih dalam tahap perencanaan. Tapi kita tetap konsen membuka keterisolasian itu," sebutnya.
Salah satu langkah yang cukup prestisius, sebutnya, yakni usulan Pemkab Katingan untuk membangun pelabuhan laut di Teluk Sebangau Kecamatan Katingan Kuala. Rencana pembangunan pelabuhan itu sudah disetujui oleh Pemerintah Pusat menjadi pelabuhan pengumpul nasional. Kini prosesnya masih berkutat pada tahap penyusunan perencanaan.
Jalan dari dan menuju pelabuhan itu sendiri akan melalui ruas jalan Hampangen - Mendawai yang kini tengah dalam tahap pembangunan.
"Dinas Perhubungan masih menggodok pembuatan pelabuhan laut Teluk Sebangau. Anggaran untuk sebuah penyusunan perencanaan cukup besar hingga miliaran, dan itu merupakan salah satu syarat proses perencanaan agar bisa disetujui Pemerintah Pusat," jelasnya.
Apabila semua persyaratan dianggap clean and clear atau sudah selesai, maka pelabuhan ini akan memunculkan input dan income yang cukup besar bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Katingan.
"Kedepan saya berharap antara akses sungai dan darat dapat sama-sama berjalan, karena harus ada alternatifnya. Sebab ada beberapa moda angkutan yang lebih efektif dan efisien jika melalui sungai, dan begitu juga dengan jalan darat," demikian bupati. (RUL/B-7)
"Secara teori jika kita berbicara sektor ekonomi, maka tidak mungkin sejahtera kalau masyarakatnya masih terisolasi. Maka sebab itu kita berusaha membuka akses jalan darat," ungkapnya, baru-baru ini.
Bupati mengaku, memang ada beberapa proyek pembangunan jalan yang masih belum kelihatan atau belum dapat dilalui. Namun semua itu butuh proses dan prosedur birokrasi yang tidak mudah. Untuk itu dia meminta kepada seluruh masyarakat untuk kemudian bersabar dan menyerahkan segala prosesnya kepada pihak pemerintah daerah.
"Sebagian ada yang keliatan badan jalan, sedangkan yang lain masih dalam tahap perencanaan. Tapi kita tetap konsen membuka keterisolasian itu," sebutnya.
Salah satu langkah yang cukup prestisius, sebutnya, yakni usulan Pemkab Katingan untuk membangun pelabuhan laut di Teluk Sebangau Kecamatan Katingan Kuala. Rencana pembangunan pelabuhan itu sudah disetujui oleh Pemerintah Pusat menjadi pelabuhan pengumpul nasional. Kini prosesnya masih berkutat pada tahap penyusunan perencanaan.
Jalan dari dan menuju pelabuhan itu sendiri akan melalui ruas jalan Hampangen - Mendawai yang kini tengah dalam tahap pembangunan.
"Dinas Perhubungan masih menggodok pembuatan pelabuhan laut Teluk Sebangau. Anggaran untuk sebuah penyusunan perencanaan cukup besar hingga miliaran, dan itu merupakan salah satu syarat proses perencanaan agar bisa disetujui Pemerintah Pusat," jelasnya.
Apabila semua persyaratan dianggap clean and clear atau sudah selesai, maka pelabuhan ini akan memunculkan input dan income yang cukup besar bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Katingan.
"Kedepan saya berharap antara akses sungai dan darat dapat sama-sama berjalan, karena harus ada alternatifnya. Sebab ada beberapa moda angkutan yang lebih efektif dan efisien jika melalui sungai, dan begitu juga dengan jalan darat," demikian bupati. (RUL/B-7)


