Persoalan listrik di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) seolah tak ada habisnya terjadi. Setelah sehari sebelumya padam listrik total, diakibatkan gangguan binatang. Kamis (10/3) siang, giliran tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam), ambruk. Akibatnya, hingga Kamis (10/3) siang, aliran PLN listrik di daerah Kolam dan sekitarnya padam.
Salah seorang warga Kolam, Bahtiar menuturkan, saat dalam perjalanan menuju Pangkalan Bun, sekitar pukul 10.00 WIB. Dirinya mendapati satu tiang listrik di Pangkalan Bun-Kolam ambruk, dan satu tiang listrik lainnya dalam kondisi miring. Dirinya menduga, robohnya tiang listrik di jalan itu tak termonitor oleh pihak PLN. Pasalnya, di lapangan tak ada satupun petugas PLN dan kegiatan perbaikan atau penanganan yang dilakukan.
Bahtiar menduga, tiang listrik yang roboh dan miring tersebut merupakan tiang-tiang listrik yang baru saja didirikan oleh PLN. Saat pengantian tiang-tiang listrik beton yang roboh, Selasa (1/3) lalu. "Yang satu sudah ambruk, yang satu lagi miring. Itu di kilometer 33 dari Pangkalan Bun. Sepertinya PLN tidak tahu. Soalnya belum ada penanganan. Entah kapan robohnya. Soalnya dari kemarin siang, daerah Kolam sudah mati listrik," ujar Bahtiar, Kamis (10/3).
Kamis siang, saat dikonfirmasi. Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto mengaku, belum mendapat laporan adanya tiang roboh tersebut. Namun pihaknya telah mengirim tim petugas PLN, untuk turun ke lapangan menangani perbaikan tiang-tiang listrik yang dimaksud. "Petugas sudah di lokasi. Ya ada dua tiang yang bermasalah. Yang menanganinya, petugas-petugas dari Kolam, sampai selesai," ujar Purwanto, (10/3).
Roboh dan miringnya tiang listrik ini bukanlah kali pertama terjadi di jalur Pangkalan Bun-Kolam. Sebelumnya, sejak September 2015 lalu, terhitung sudah ada 4 kali kejadian tiang listrik yang roboh di jalan tersebut. Yakni dua tiang di September 2015, 2 tiang di Oktober 2015, 7 tiang di Januari 2016, dan tiga tiang di awal Maret kemarin. (RD/B-7)


