Sejumlah tenaga penyuluh dilingkup Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksanaan Penyuluhan (BKPPP) Barito Selatan (Barsel), dinilai sejumlah kalangan masih banyak yang kurang produktif dilapangan.

Salah satu  dampak tidak produktifnya para penyuluh tersebut, berimbas pada nilai produksi pertanian dan perkebunan masyarakat yang masih jauh dari apa yang diharapkan, terutama dalam hal menuju swasembada pangan.

Kondisi demikian tidak ditepis oleh Ir Sutrisno selaku kepala BKPPP provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)  saat menjadi pemateri sekaligus moderator dalam acara temu penyuluh se Barsel di Buntok beberapa waktu lalu.

Dalam kegiatan temu penyuluh yang diikuti sekitar 130  penyuluh dari enam kecamatan di Barsel tersebut, Sutrisno menekankan agar para penyuluh yang telah dibekali ilmu pengetahuan terkait tugas-tugasnya kiranya dapat  lebih intens dan kreatif saat  dilapangan.

“Ini dimaksudkan agar produk ketahanan pangan kita bisa lebih meningkat, demikian juga untuk ekonomi masyarakatnya juga ikut meningkat,” ujarnya.

Ditempat berbada, kepala BKPPP Barito Selatan Ir Rosda Assoqa saat di konfirmasi PPost mengatakan, kegiatan temu penyuluh se Barsel itu merupakan salah satu program kerja tahun 2016 di instansi yang pimpinnya.

“Kita berharap kegiatan ini bisa untuk memacu tenaga penyuluh yang kita miliki untuk bisa bekerja lebih baik lagi dilapangan sehingga mampu memacu peningkatan ketahanan pangan kita,” katanya mengakhiri (hly/B-7)