Bupati KotawaringinTimur Supian Hadi geram dengan banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) di daerahitu yang menggunakan narkoba. Jika terbukti para pelaku akan langsung dipecatsebagai pegawai negeri.
“Intinyatindak tegas, saya sudah katakana pada apel gabungan tidak ada ampun bagipengguna narkoba jenis apapun. Segera proses, sesuai ketentuan kalau memang layakdi pecat segera dipecat. Saya tidak mau ada PNS narkoba, ini pelajaran bagiyang lain,” tegas Supian Hadi dhadapan awak media usai menggelar rapatkonsultasi public pembahasan rancangan awal RKPD Kotim 2017, di Aula BappedaKotim, Kamis (10/3/2016).
Seperti diketahui,dua bulan terakhir dua PNS Kotim ditangkap aparat kepolisian karena terbuktimemakai narkoba. Mereka atas nama Suriansyah PNS Satpol PP yang ditangkap padaSelasa (8/3/2016), Ririn Hady PNS Satpol PP ditangkap pada 25 Februari 2016.
Selain duaorang PNS yang bertugas di satpol PP Kotim itu, sebelumnya pada 2013 PNSDishutbun, Joner Sianipar dan Dales. Pada 2014 PNS Dishubkominfo Roby Kesumadan pada 2015 juga PNS Dishubkominfo,Simi Harjono.
Urutan pegawaiKotim yang tertangkap aparat karena menggunakan sabu-sabu itu membuat SupianHadi geram. Sehingga dalam berbagai kesempatan dia mendukung upaya aparatkepolisian menindak tegas para pengguna narkoba.
“Kalausesuai ketentuan dipecat, pecat saja tidak ada urusan,” tegasnya.
Ditanya apakahpemerintah daerah akan melakukan tes urine kepada semua pegawai Kotim pascatertangkapnya dua PNS yang bertugas di Satpol PP baru-baru ini. Supian justrumempercayakan semuanya kepada aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasiona(BNN) untuk membongkar semua pengguna dan pengedar narkoba di Kotim. Jika harustes urine justru langkah itu kurang efektif karena akan bocor duluan.
“Itukanbisa bocor. Nantilah kita akan kerjasama dengan BNN, Polisi dan aparatur desa,RT untuk menggali informasi peredaran narkoba di Kotim tanpa tes urine. Inikan barusatu, kita percaya pada BNN, dan kepolisian dimana ada informaasi tangkap,tidak perlu lagi tes urine sekarang tidak ada urusan tangkap saja,” ucapnya.
Supiantidak ingin ada pegawai di Bumi Habaring Hurung itu terpengaruh dengan barangharam tersebut. Sehingga dia tidak akan mentolerir PNS yang terlibat dalampenyalahgunaan narkoba. (FI/B-7)


