PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan potensi terjadinya kemarau lebih cepat.

“Menunjuk laporan Kepala BMKG kepada Presiden RI terkait perkiraan iklim dan musim kemarau 2023, disampaikan bahwa musim kemarau akan terjadi lebih maju dari perkiraan awal Bulan April 2023,” ungkapnya dalam Rakor Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Musim Kemarau 2023, baru baru ini.

Lebih utama, lanjut dia, untuk sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan di bagian Selatan. Ia menilai semua ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat maupun Daerah serta pihak terkait lainnya.

Luhut mengungkapkan berdasarkan pantauan BMKG, yang memiliki potensi Karhutla relatif tinggi tersebar di bagian Kalimantan bagian Selatan, Sumatera bagian Selatan serta bagian besar Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

Pemerintah diharapkan terlibat aktif dalam mitigasi dampak musim kemarau melalui aksi nyata yang telah dikoordinasikan dengan pihak terkait di wilayah masing-masing.

--page

“Jangan kita menunggu kejadian kebakaran seperti tahun 2015 lalu,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pemerintah pusat telah mengambil langkah konkrit dengan upaya pelaksanaan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. (HERMAWAN DP/Y)