PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah Koperasi, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS Helmi Muhansyah mengatakan bahwa kegiatan Workshop Petani Sawit Milenial yang dilaksanakan pada 16-18 Maret 2023 lalu di Kalimantan Selatan merupakan salah satu upaya BPDPKS untuk mengembangkan kemitraan di Kalsel.

"Kegiatan Workshop Petani Sawit Milenial itu merupakan bagian dari upaya BPDPKS untuk mengembangkan kemitraan," kata Helmi dalam rilisnya pada Rabu, 22 Maret 2023.

Menurut Helmi, BPDPKS merupakan salah satu Badan Layanan Umum atau BLU di bawah Kementerian Keuangan yang juga mempunyai tugas untuk menjalankan kebijakan pemerintah dalam program pengembangan sawit berkelanjutan.

"Termasuk kegiatan promosi yang dilakukan kegiatan workshop untuk memberikan persepsi positif terhadap kelapa sawit dalam rangka menghadapi kampanye negatif terhadap sawit," jelasnya.

Sementara itu dalam sambutanya, Hj Husnul Khotimah mengatakan bahwa sektor kelapa sawit memainkan peran strategis di Kalimantan Selatan dan menjadi sumber devisa terbesar kedua setelah sektor tambang.

--page

"Selain itu, kelapa sawit berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani pekebun di Kalimantan Selatan. Kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan," katanya.

Data Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel menyebutkan luas lahan perkebunan di Kalsel mencapai 427.616 hektar, sedangkan perkebunan rakyat mencapai 107.582 hektar. Di Kalsel, terdapat 46 pabrik kelapa sawit dengan produksi CPO mencapai 1,1 juta ton per tahun. Adapun pabrik hilir berupa pabrik minyak goreng dengan kapasitas 5.750 ton per hari dan dua pabrik biodiesel dengan produksi 1.500 ton per hari. (TESTI PRISCILLA/Y)