SEORANG balita di De­sa Pudu Rundun, Ke­ca­matan Sukamara, Ka­bupaten Sukamara, di­duga menderita gizi buruk.Aki­batnya, tubuh balita yang di­ketahui bernama Daigo itu ti­dak tumbuh normal layak­nya anak seusianya.


Di usia yang sudah menginjak 3,5 tahun, Daigo hanya me­miliki berat badan 6,4 ki­lo­gram. Selain itu, juga me­ng­alami kelumpuhan, kelainan jan­­tung, dan katarak anak.


Santi, bidan di Posyandu De­­sa Pudu Run­dun, mengata­kan bahwa sakit bawaan itu membuat kondisi Daigo se­­­makin memburuk.


“Orang tuanya rutin tiap bu­lan menimbang berat ba­dan­nya. Kita selalu lakukan pe­mantauan terhadap balita ini, di mana sebelumnya ba­lita ini sempat mengalami peningkatan berat badan pa­da 2015. Namun akhir-ak­hir ini berat badannya tu­run menjadi 6,4 kilogram sa­ja,” kata Santi, Kamis (10/3/2016).


Dengan kondisi badan kurus ditambah dengan pe­nya­kit lain yang diderita, anak pa­sangan Nabila dan Ian itu ma­sih belum bisa duduk, apa­lagi berjalan.


“Dia belum bisa berdiri dan duduk. Dia hanya berada di tempat tidur atau digendong orang tuanya,” tutur Santi.


Nabila, ibu Daigo, meng­ung­­ka­­pkan bahwa anaknya la­hir dalam kondisi normal. Saat itu berat badannya menca­pai 2,7 kilogram.


Namun, ketika memasuki usia 1 bulan, berat badan Dai­go bukannya naik, melain­kan justru turun. Bentuk tubuhnya juga terus mengecil dan lemas. Katarak pada matanya saat itu sudah terlihat.


“Saat saya hamil saya runtin periksa ke puskesmas dan posyandu, dan tidak ada bi­dan yang mengatakan ada ke­lainan pada kandungan sa­ya,” kata Nabila.


Ibu muda inipun berharap Pe­merintah Kabupaten Suka­ma­ra mengetahui kondisi anak­nya sehingga bisa segera mem­berikan per­hatian.


Nabila mengaku, pernah me­nerima bantuan dari pe­m­e­rintah, namun hanya ber­bentuk biskuit dan susu. “Itu­pun hanya selama lima bu­lan. Setelah itu dihentikan.”


Saat dimintai konfirmasi, Ke­pada Dinas Kesehatan Su­kamara Junaidin Tarigan, me­ngatakan bahwa selama ini belum ditemukan kasus gi­zi buruk di Bumi Gawi Barinjam.


Namun, pihaknya akan te­rus melakukan pemantauan ji­ka memang ditemukan ada balita mengalami gizi bu­ruk.


“Kalau gizi buruk memang be­lum ada laporan. Selama ini yang kami tangani adalah ba­lita dengan gizi kurang, dan juga telah kami beri ban­tuan berupa makanan pen­damping berupa susu dan biskuit hingga kondisi ba­lita itu mempunyai berat ba­dan normal,” ujar dia. 

(MG13/B-3)