KONDISI infrastruktur jalan desa menjadi persoalan penting menurut warga Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). 


Salah satunya warga Desa Karang Sari. Warga yang berniat menuju pusat kecamatan harus berjuang melewati jalan terjal yang hanya bertekstur tanah merah dan batuan kerikil. Yang jaraknya hanya sekitar 23 kilo meter (km) dari pusat kecamatan. 


“Desa kami merupakan desa pemekaran dari Desa Mulya Jadi lima tahun lalu. Tapi jalannya sampai sekarang belum nyaman untuk dilalui,” kata Kepala Desa Karang Sari, Riananto seusai acara peringatan hari jadi Desa Karang Sari ke-33 di halaman kantor desa, Kamis (10/3/2016).


Desa yang didominasi warga transmigrasi 1983 silam ini meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar segera memperbaiki dan meningkatkan akses jalan. Pasalnya, desa ini merupaka desa yang terbilang paling jauh dari Kecamatan Pangkalan Banteng. 


“Warga kami sekarang berjumlah 209 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 780 jiwa. Mayoritas pencahariannya sebagai petani kebun, sawit, karet, palawija. Dari sisi ekonomi sudah mulai sejahtera, tinggal akses jalan menuju desa yang masih terbelakang,” kata dia.


Berharap diaspal


Hal senada juga diungkapkan Ketua Panitia Peringatan HUT desa Karang Sari ke-33, Daryanto berharap tahun ini jalan menuju desanya sudah diaspal. “Semoga tahun ini jalan ke desa kami diaspal,” harapnya.


Sementara itu, Bupati Kobar, Bambang Purwanto menanggapi permintaan warga desa yang masuk transmigrasi sebanyak 75 KK ini.

Tahun ini pemkab sudah memrogramkan pembangunan infrastruktur jalan desa, termasuk di desa yang aksesnya masih sulit dilalui. 


“Tahun ini akan kita bangun secara bertahap, kita mulai pengaspalan di dalam lingkungan desa dulu, karena anggarannya terbatas,” jelas Bambang. 

(CP/B-7)