KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas telah melaksanakan kegiatan pertemuan koordinasi dan validasi data program pengendalian pencegahan Tuberkulosis (TB) dan HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Terkait itu, Plt Kepala Dinkes Kapuas dr Tonun Irawaty Panjaitan melalui Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) dr Ahmad Haspiani menyampaikan sejumlah harapannya dari kegiatan itu, terutama kepada peserta yang mengikutinya seperti dari Tim TBHIV RSUD Kapuas Kapuas, beberapa puskesmas terpilih dan Bidang P2P Seksi P2M.

"Harapannya Faskes yang sudah mendapatkan sosialisasi dapat memberikan obat Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) dimana merupakan terapi agar Infeksi laten Tuberkulosis (ILTB) tidak menjadi TB aktif," kata dr Ahmad, Kamis, 23 Maret 2023.

Kemudian, diharapkannya penemuan orang dengan ILTB bisa dilakukan dengan kegiatan Investigasi kontak, penemuan di tempat khusus, pemeriksaan dan medical check-up rutin.

"Pasien yang terdiagnosis HIV wajib di skrining TB begitu juga untuk pasien TB wajib di skrining HIV," ucapnya.

--page

Lalu, penanganan ILTB agar dilakukan melalui lima tahap yaitu identifikasi populasi beresiko, skrining TB aktif, pemeriksaan TST/IGRA, terapi pencegahan tuberkulosis serta monitoring dan evaluasi.

"Juga untuk pasien HIV bila hasil skrining mengarah ke TB selanjutnya harus menjalani pemeriksaan diagnostik TBC (Genexpert)," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/H)