BMKG Stasiun Pekanbaru menyebutkan titik panas mulai menyebar pada delapan provinsi dari total 10 provinsi di Sumatera dengan total berjumlah 28 titik dari hari sebelumnya 5 titik.
“Hanya Aceh dan Bengkulu, tidak terpantau oleh satelit. Sementara delapan provinsi sisanya, titik panas mulai terlihat,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Pekanbaru, Slamet Riyadi, Kamis (10/3).
Pencitraan satelit menggunakan sensor modis baik Tera maupun Aqua, lanjut dia, sejumlah titik panas baru muncul dan mulai terlihat seperti Sumatera Utara 5 titik, Bangka Belitung dan Jambi masing-masing terdeteksi 3 titik.
Lalu Kepulauan Riau dan Lampung sama-sama menyumbang 2 titik panas, sedangkan Sumatera Barat dan Sumatera Selatan terpantau menyumbang 1 titik panas.
“Di Riau, masih jadi wilayah konsentrasi titik panas terbanyak dengan total 11 titik atau meningkat dari kemarin berjumlah 5 titik. Ke-11 titik panas tersebut, tersebar di tujuh kabupaten/kota terutama wilayah pesisir Riau,” ucap dia.
Slamet merinci, seperti Bengkalis terpantau 3 titik panas masing-masing di Kecamatan Bukit Batu dan Rupat, lalu Indragiri Hulu dan Dumai masing-masing 2 titik panas yakni di Rengat, Siberida dan Dumai Barat.
Untuk Indragiri Hilir, Kampar, Siak serta Rokan Hilir sama-sama berbagi 1 titik panas, terpantau di Kecamatan Gaung Anak Serka, Tiga Belas Koto Kampar, Sungai Apit dan Bagan Sinembah.(ANT/B-11)








