PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) Pande Putu Gina menyampaikan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bumi Handep Hapakat masih tergolong rendah, meski dalam beberapa bulan terakhir itensitas curah hujan cukup tinggi.

“Masih rendah. Yang terpenting saat ini adalah melakukan tindak pencegahan seperti pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3 M yakni Menguras tempat-tempat penampungan air seminggu sekali karena fase dari telur menjadi nyamuk itu memerlukan waktu 10 sampai 14 hari,” katanya.

Kemudian Menutup rapat semua tempat penampungan air, dan Mengubur yakni mengubur limbah barang bekas. Sehingga dengan demikian bisa selain berdampak pada menjaga kebersihan lingkungan rumah juga mengantisipasi adanya DBD.

“Hal ini yang sangat penting, yakni menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Sekalipun tidak adanya penampungan air, kalau daunnya banyak kemudian ditambah bekas-bekas botol nyamuk DBD bisa hidup dan berkembang disitu,” ujarnya.

Oleh karena itu, sebagai bentuk antisipasi Ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari kebiasaan menggantung baju yang sudah dipakai, sebab bisa menjadi tempat yang paling disukai nyamuk.

--page

Bahkan pencegahan juga bisa dilakukan dengan menjaga pencahayaan utnuk bisa masuk ke rumah dan mengatur sirkulasi udara agar tetap baik dan tidak lembab, karena hal tersebut juga dapat mencegah penyakit penyakit menular lainnya diantaranya TBC.

Tidak hanya itu, dalam pencegahan DBD, menurutnya fogging bukanlah solusi, karena fogging dilakukan jika ada terjadinya kasus DBD. Sebab tujuan fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan bisa membunuh jentik.

“Karena itu foging tidak efektif sebagai langkah pencegahan berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Yang utama adalah Langkah pencegahan dengan cara tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan memperhatikan 3M, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,” imbuhnya. (ahm)