BORNEONEWS, Palangka Raya - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan sistem pembayaran digital secara non tunai di antaranya QRIS, memperluas kepesertaan BI-FAST termasuk kanal layanan dan akseptasi masyarakat.
"Bank Indonesia memastikan kesiapan berupa ketersediaan dan keandalan sistem dan layanan kritikal Bank Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional sistem pembayaran yang diselenggarakan baik tunai maupun non tunai, termasuk memantau sistem peserta dalam memberikan pelayanan transaksi pembayaran," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Taufik Saleh kemarin.
Hal ini disampaikan Taufik pada Peresmian Pasar Wadai Ramadhan dan Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri yang disingkat SERAMBI 1444H/tahun 2023 yang ditandai dengan kick off Layanan Kas Keliling Bank Indonesia bersama Perbankan Kota Palangka Raya pada Kamis, 23 Maret 2023 petang.
"Digitalisasi sistem pembayaran ini tak mungkin berjalan sendiri. Bank Indonesia Kalteng punmenggandeng Pemprov Kalteng dalam acara Festival Tam un Bungai atau PTB serta Pemda pada acara Peresmian Pasar Wadai Ramadhan 2023 Kota Palangka Raya," tutur Taufik lagi.
Tujuannya, lanjut Taufik, sebagai sarana sosialisasi dan edukasi untuk mendorong antusias dan inisiatif masyarakat serta strategi maupun inovasi untuk mendukung percepata digitalisasi sistem pembayaran non tunai menggunakan QRIS di Kalimantan Tengah.
--page
"Keseluruhan agenda ini merupakan rangkaian dari Pra Event Road To Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia atau FEKDO 2023," jelas Taufik. (TESTI PRISCILLA/J)









