Sebanyak 29 warga Eks Gerakan Fajar Nusantar (Gafatar) di Barito Selatan (Barsel), diislamkan kembali dengan mengucapkan syahadat.
Pantauan Borneonews, acara itu berlangsung di Masjid Istiqamah Polres Barsel, Jum'at (11/3/2016). Selain diislamkan kembali, sebanyak 12 pasangan dinikahkan kembali secara massal sesuai aqidah Islam.
Prosesi peng-Islaman dan pernikahan massal tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Barsel Asbli dan dibantu oleh petugas dari Kantor Urusan Agama.
Berdasarkan data, anggota eks Gafatar ini berjumlah 12 kepala keluarga dan sebanyak 41 orang. Acara ini disaksikan oleh Bupati Barsel HM Farid Yusran beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), yakni, Kapolres, Dandim, Ketua Pengadilan dan Kejaksaan.
Bupati Barsel, HM Farid Yusran memberikan apresiasi kepada warga masyarakat Desa Sababilah yang turut mendukung karena secara iklas menerima eks Gafatar ini berada di wilayah desa setampat.
“Mereka ini juga sudah sah menjadi warga Barsel karena dari 41 orang di antaranya, sebanyak 25 orang yang sudah memiliki KTP Barsel,” kata Farid Yusran kepada Borneonews usai kegiatan.
Ia meminta, kepada warga eks Gafatar yang sudah diterima oleh warga setempat, wajib bergaul dengan masyarakat dan kembali ke ajaran agamanya sebagai pedoman hidup sehari-hari.
Serta lanjutnya, menjujung tinggi UUD 1945 dan Pancasila, meninggalkan organisasi Gafatar selamanya serta mematuhi peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan tidak mengulangi sekaligus mengajak keluarga maupun kerabat lainnya.
Menurutnya, negara itu punya kewajiban untuk melindungi warganya sepanjang sesuai ketentuan UUD RI. Oleh karena itu, pihaknya dalam beberapa kali pembahasan bersepakat memberikan pembinaan.
“Tahapan-tahapnya dimulai dari mengislamkan mereka kembali. Alhamdulilah mereka pun menerima aqidah Islam tanpa ada unsur paksaan,” ucapnya.
Ia berpesan, kepada eks Gafatar seperti pepatah mengatakan ‘di mana kaki melangkah di situ langit dijunjung’. Artinya berbaurlah dengan masyarakat dan patuhi adat istiadat yang ada.
Di tempat yang sama salah satu warga eks Gafatar, Wahyu Wibowo mengatakan, pihaknya berjanji akan meninggalkan semuanya dan akan kembali ke ajaran Islam seutuhnya.
“Saat ini kita baru saja diislamkan. Beberapa waktu lalu juga anak-anak kami telah bersekolah di sekolah-sekolah yang ada di Desa Sababilah ini serta telah membaur dengan masyarakat,” ucapnya.
Hal itu, lanjut dia, membuktikan bahwa pihaknya benar-benar menuruti dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
“Jika kami mengulangi lagi, kami siap dipulangkan ketempat asal kami,” janjinya. (URIUTU DJAPER/m)


