Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin mengimbau masyarakat untuk waspada bahaya kebakaran rumah yang sering terjadi di daerah itu belakangan ini. Baik itu karena korsleting listrik maupun karena pemilik rumah yang kurang hati-hati menyimpan lilin.


“Kami imbau masyarakat hati-hati menyimpan lilin di rumah. Apalagi saat malam hari kondisi mati lampu warga membakar lilin.


Menyimpan lilin ini harus hati-hati jangan sampai jatuh dan mengakibatkan kebakaran,” kata Kepala Bidang Bencana dan Logistik, BPBD Kotim Sutoyo saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/3/2016).


Ia melanjutkan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, sudah empat kali musibah kebakaran terjadi di Kotim. Dua kebakaran terakhir terjadi di Sampit dan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang menghanguskan sedikitnya 11 rumah warga..


Meski saat ini wilayah Kotim masih musim hujan, lanjut dia, namun warga tetap diminta waspada ancaman kebakaran tersebut. Kebakaran rumah tidak kenal musim hujan atau kemarau. Untuk mengantisipasi agar musibah itu tidak terjadi, warga diminta waspada dan tidak teledor menyimpan lilin yang sudah dinyalakan di rumahnya masing-masing.


“Sebenarnya hal ini sangatlah sederhana, lilin menyala meski sekecil lilin tetaplah memiliki api yang dapat menjadi sumber kebakaran. Terkadang kita menggunakan lilin untuk membantu cahaya di rumah ketika terjadi mati lampu, namun banyak yang lalai dalam penggunaannya seperti meninggalkan lilin menyala ketika tidur saat mati lampu di malam hari,” terang dia.


Menurut Sutoyo, hal ini sangat berbahaya, apalagi jika lilin ditempatkan pada wadah yang mudah terbakar seperti lemari plastik.


“Siapa sih yang mau rumahnya terbakar? Jawabannya nihil. Tidak ada yang menginginkan kebakaran terjadi apalagi di rumah impian kita. Akibat kebakaran yang bukan saja melahap barang atau benda kesayangan kita namun juga bisa memakan korban jiwa adalah momok menakutkan bagi semua orang,” kata Sutoyo. (FI/B-8)