APARAT Polda Kalteng mengunjungi kantor aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten, Barito Sela­tan di Jalan Pelita II, Buntok. Jumat (11/3/2016).


Misi kedatangan mereka untuk mencegah paham radi­kalisme di Kalteng.


Kasubsatgas III Deradikali­sasi Quik Win Program Empat Polda Kalteng, AKBP Kisnadi mengatakan kunjungan ini semata-mata untuk mence­gah­ atau menangkal terjadi ser­ta munculnya paham radikalisme.


Dia mengajak masyarakat­, khususnya aktivis HTI untuk­ bersama mencegah berkembangnya faham radikalis­me.


“Karena paham radikalis­me merupakan ajaran sesaat dan melanggar hukum,” kata­nya.


Kisnadi yang didampingi Kasat Intel Barsel AKP Roni Wijaya mengatakan salah satu cara mencegah paham radikalisme hanya dengan cara meningkatkan ketaqwa­an terhadap Tuhan Yang Maha Esa.


Selain itu dengan cara menjalin silaturahmi dengan­ semua elemen masyarakat dan tokoh agama agar tidak terhasut dalam faham itu.


Begitu pula bagi pelajar­ diimbau tidak mudah terpengaruh atas adanya ajakan maupun rayuan dari orang yang tidak dikenal dengan mengimingi sesua­tu.


“Faham radikalisme ini dilakukan oleh  oknum de­ng­an­ berbagai cara, dimulai­ dengan mengimingi harta maupun kekayaan hingga jabatan untuk merayu. Padahal ujung-ujungnya membawa ke ajaran sesat­,” ucapnya.


Dia pun meminta kepada­ tokoh agama, adat, pemu­da­, dan masyarakat bisa melaporkan jika tahu ada kegiatan yang mencuriga­kan.


Selain itu ketua RT juga diminta untuk mewaspadai dan melaporkan jika ada pendatang baru.


“Karena setiap pendatang yang baru wajib mela­por­kan, kepada RT agar in­dentitasnya diketahui de­ngan jelas,” tandasnya.


Ketua HTI Barsel, Sandi menyambut baik acara sila­turahmi yang dilakukan aparat Polda Kalteng ini.


“Saya berjanji akan men­jalin hubungan baik de­ngan pemerintah yang tu­juannya untuk bersama men­cegah terjadinya pa­ham­ radikalisme,” ucap­nya­. (B-6)