WAKILOTA Palangka Raya, Riban Satia meng­aku kesulitan untuk mengabulkan semua usulan masyarakat melalui Musrenbang atau dalam pertemuan lain.


Setiap kali Musrenbang, banyak usulan warga yang tidak terakomodasi dalam APBD, bahkan tunggakan tahun sebelumnya masih banyak yang belum bisa direalisasikan.


Disebutkan, perlu mekanisme yang baik dalam melaksanakan Musrenbang.


Dia bertekad memperbarui sistem pengelolaan usulan tahun depan.


Paling tidak, dia menjanjikan sistem listing ako­mo­dasi usulan warga agar tidak dicap pelaksanaan Musrenbang hanya menjadi ritual tahunan semata.


“Banyak keluhan memang, karena setiap tahun saat ada Musrenbang selalu diusulkan, tapi selalu belum terakomodasi. Ini terus menjadi keluhan dan banyak yang akhirnya antipati atau malas kalau diundang Musrenbang. Kita akan upayakan agar keluhan yang terus terjadi itu semakin sedikit,” sebutnya.


Sementara itu Anggota DPRD Palangka Raya, Riduanto mengakui masih jauh panggang daripada api antara jumlah usulan warga dengan yang akhirnya diputuskan pemerintah.


Banyaknya tumpukan tunggakan itulah yang mengakibatkan warga apatis terhadap Musrenbang.


“Ada yang sudah 10 tahun lalu hingga kini usulan warga belum dikabulkan,” ungkap politisi PDIP ini kepada Borneonews.


“Di Dapil I yang menjadi area pemilihan saya saja ada 249 usulan yang diajukan saat Musrenbang tahun ini. Belum dapil lainnya. Entah nanti yang diakomodasi berapa.” ucapnya.


“Saya dan teman-teman se-Dapil akan kawal. Tapi juga bukan hanya Dapil I saja yang saya perjuangkan, tapi juga dapil lain,” ucapnya lagi. (RZ/B-6)