PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dari Dinas Kesehatan Kobar, dr Jhonferi Sidabalok menyampaikan beberapa gejala terjadinya tuberkulosis atau TBC pada anak. 

Seperti misalnya berat badan turun atau tidak naik dalam 2 bulan terakhir yang tidak membaik dengan asupan gizi yang baik. "Demam yang biasanya lebih dari 2 minggu, walaupun sering dikasih obat nih tapi tetap demam terus. Batuk makin lama makin parah terus diobati dengan antibiotik atau biasa itu gak sembuh-sembuh, cenderung berdahak, kalau batuk itu sampai muntah untuk mengeluarkan dahaknya," ujarnya, Senin, 27 Maret 2023. 

Ia menambahkan, jika infeksinya makin parah, dahak yang dikeluarkan berwarna kehijauan. Gejala lainnya yaitu badannya lesu, lemas dan tidak aktif seperti biasanya.

TB merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri yaitu Mycobacterium Tuberculosis. Dikenal oleh masyarakat dengan penyakit paru-paru basah, flek paru yang menyerang paru tetapi bisa juga menyerang tubuh lain seperti selaput otak, usus, kelenjar getah bening, ginjal, tulang dan kulit. 

Di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada tahun 2022 ditemukan sekitar 500 kasus TBC yang 48 persen ditemukan pada anak-anak. 

Sedangkan pada Januari sampai Maret tahun 2023 ditemukan 55 kasus TBC. Di antaranya 0-4 tahun sebanyak 32 kasus dan 5-14 tahun sebanyak 23 kasus TBC pada anak-anak. --

page

"Kita intens, orang tua kalau ngerasa anaknya batuk langsung diperiksakan dan kita langsung melakukan skrinning yang aktif pada anak. Jadi banyak ditemukan kasus pada anak. Tapi kalau orang tua merasa batuk, dia merasa biasa aja gak mau berobat," katanya pada

Dia menekankan bahwa mereka juga harusnya ikut melakukan pemeriksaan saat mengalami gejala batuk karena anak-anak telah melakukan kontak langsung dengan orang tua atau orang dewasa dalam satu rumah.

Fasilitas kesehatan, alat pemeriksaan, dan lainnya sudah tersedia di puskesmas Kobar bahkan telah dilakukan juga program skrinning sampai ke daerah perdesaan melalui posyandu, poswindu. Namun, masih banyak masyarakat enggan untuk memeriksakan kondisinya.

"Pada kesempatan ini juga saya mohon pada masyarakat, ayok jangan malu karena TBC ini bukan penyakit kutukan, penyakit turunan. Ini adalah penyakit infeksi yang bisa disembuhkan," tuturnya. (NURITA/Y)