BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan Analisis Data Covid-19 yang diterbitkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pusat, perkembangan indikator pandemik di Tanah Air mengalami fluktuasi, mulai dari kasus positif, kasus aktif, maupun kematian.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, dari analisis data per 12 Maret 2023, kasus positif Covid-19 mengalami kenaikan hingga 23 persen, menjadi 223 kasus, dari 181 kasus pada 12 Februari 2023 lalu.
Sementara untuk kasus Covid-19 aktif, justru mengalami penurunan hingga 19 persen, menjadi 3.331 kasus, dari 4.092 kasus pada periode waktu yang sama. Untuk jumlah kumulatif kematian, Indonesia masih diatas rata-rata dunia, yakni 2,39 persen. Demikian juga angka kesembuhan yang masih berada diatas rata-rata dunia, yakni 97,56 persen.
“Indonesia sudah tidak lagi berada dalam kondisi kedaruratan pandemi Covid-19, dan sudah mulai transisi menuju endemi. Tetapi perlu diingat bahwa pengendalian dan pengawasan akan tetap dijalankan. Dan kita punya beberapa aspek yang perlu dipertimangkan untuk mengakhiri keadaan darurat Covid-19 ini secara penuh,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Senin 27 Maret 2023 kasus konfirmasi Covid-19 bertambah tiga kasus, masing-masing dari Palangka Raya, Kotawaringin Timur, dan Barito Selatan. Pasien sembuh bertambah lima orang dari Murung Raya. Sedangkan, jumlah pasien meninggal dunia tidak mengalami penambahan.
Secara kumulatif, total kasus konfirmasi covid-19 berjumlah 60.461 kasus, pasien sembuh 58.699 orang, dan pasien meninggal dunia 1.742 orang.
--page
Kasus aktif yang dirawat dirumah sakit ada 8 orang dan yang isolasi mandiri ada 11 orang. Jika berdasarkan persentase, maka persentase kesembuhan 97,08 persen, dalam perawatan 0,03 persen, dan meninggal 2,88 persen. (HERMAWAN DP/R)








