PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Tuberkulosis (TBC) atau TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang bernama Mycobacterium tuberculosis, infeksi yang menyerang paru-paru. Tetapi dapat mengenai organ lain seperti selaput otak, usus, kelenjar getah bening, ginjal, tulang dan kulit. 

Nah, bagaimana cara penularan infeksi bakteri TBC kepada anak-anak? 

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotawaringin Barat, dr. Jhonferi Sidabalok menjelaskan bahwa penularan infeksi bakteri TBC pada anak melalui udara. 

"Jadi penularannya memang lewat udara. Kedua, yang perlu kita ketahui bakteri TBC ini bisa bertahan lama di udara, beberapa jam. Apalagi kalau tempatnya gelap, lembab, dia makin bisa bertahan lama," jelasnya pada Senin, 27 Maret 2023.

Sehingga penderita penyakit TBC hendaknya memakai masker untuk mengurangi penularan infeksi bakteri melalui udara. Kemudian, pencegahan terpenting yang dapat dilakukan oleh orang tua pada anaknya yaitu imunisasi BCG. 

Selain itu, melakukan program TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis) pada anak berusia di bawah 15 tahun yang berisiko kontak langsung atau tinggal bersama penderita TBC dalam satu rumah. Pencegahan TPT dilakukan pada jangka pendek yaitu 3 bulan sampai jangka panjang selama 6 bulan.

Diharapkan dengan adanya pengobatan langsung bagi penderita positif TBC serta anak-anak yang melakukan terapi TPT selama 3-6 bulan secara rutin maka risiko penularan akan menurun sehingga tidak ada lagi yang dapat menularkannya. 

--page

Ia juga memberitahukan bahwa untuk selalu menjaga kebersihan rumah seperti menjemur tempat tidur, membersihkan alat-alat rumah tangga dan sebagainya. (NURITA/R)