SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Semenjak resmi dilaunching oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada 20 Maret 2023 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di wilayah ini mengalami peningkatan.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mendata aktivasi IKD meningkat dari yang sebelumnya pada saat launching 0,3 persen atau 1.113 warga menjadi 0,45 persen atau 1.412 warga Kotim yang sudah aktivasi IKD tersebut.

"Ada peningkatan aktivasi IKD setelah launching beberapa waktu lalu, menjadi 0,45 persen atau 1.412 warga dari 308.309 wajib KTP," kata Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kotim Yayan Hadifriyanto, Selasa 28 Maret 2023.

Dia menjelaskan, setelah melakukan aktivasi IKD, maka secara langsung sudah memiliki KTP-el, Kartu Keluarga (KK), dan dokumen lainnya seperti NPWP, Kartu Pegawai ASN, BPJS, NPWP dan kartu vaksin. 

"Di dalamnya terintegrasi. Jadi sudah lengkap di IKD ada semuanya, semua dokumen ada di genggaman," terangnya.

Menurutnya, kegiatan pengaktifan IKD ini telah sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan oleh Dirjen Dukcapil, bahwa tahapan ini segera dimulai terlebih dahulu untuk lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) di Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) lingkup Pemkab Kotim.

"Dalam waktu dekat ini, mungkin di bulan Ramadan ini juga kita akan melakukan sosialisasi ke SOPD, dimulai dari Setda Kotim," terangnya. 

Sementara, apabila ada masyarakat yang datang ke Disdukcapil setempat untuk meminta atau mengurus KTP karena alasan hilang rusak rusak, dan lain sebagainya maka pihaknya akan membantu untuk langsung diproseskan IKD.

"Bagi masyarakat yang ingin mengaktifkan IKD silahkan datang ke kantor Disdukcapil atau ke MPP Habaring Hurung, kita akan bantu untuk aktivasinya," katanya.

--page

Saat ini untuk meningkatkan aktivasi IKD, pihak Disdukcapil melayani masyarakat yang datang ke Disdukcapil untuk mengurus KTP maka akan langsung melakukan aktivasi.

"Untuk pemula akan kita rekam dulu, kemudian untuk yang sudah punya KTP akan kita proses langsung untuk mengaktifkan IKD," tuturnya. 

Dia menyampaikan, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menargetkan Kotim diangka 25 persen aktivasi IKD pada tahun 2023. Pihaknya pun optimis dapat mencapai target tersebut.(NOOR ANNISA/R)