BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto meminta pemerintah daerah memperbanyak program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu.
"Bedah rumah melalui stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari pemerintah kota untuk warga tidak mampu di wilayahnya mesti diperbanyak. Kami tentu sangat mengapresiasi program yang sudah berjalan sekarang," katanya, Kamis, 30 Maret 2023.
Menurut Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalimantan Tengah ini, program BSPS yang dicanangkan pemko tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama mereka yang sebelumnya tinggal di rumah tak layak huni.
"Dari data yang kami dapat, tahun ini sebanyak 280 unit rumah tidak layak huni di 19 kelurahan di Kota Palangka Raya masuk program bedah rumah tersebut. Semoga cepat rampung dan cepat diserahkan kepada penerima manfaat," ujarnya.
Sigit berharap program BSPS ini dapat membantu dan meringankan beban masyarakat kurang mampu untuk memiliki rumah layak huni. Selain itu program ini agar bisa terus dilanjutkan setiap tahunnya.
--page
"Kami berharap program BSPS ini dapat terus berlanjut dan bisa benar-benar efektif dalam dalam mewujudkan masyarakat agar memiliki tempat tinggal yang layak huni di Kota Cantik ini," harap Sigit.
Diketahui, 280 unit rumah tidak layak huni di Kota Palangka Raya mendapatkan program BSPS dari pemerintah. Program bedah rumah ini merupakan upaya pemerintah dalam Penanganan Kemiskinan Ekstrem (PKE) dan stunting.
Program bedah rumah dari Pemko Palangka Raya tersebut tersebar di beberapa lokasi, yakni di Kecamatan Bukit Batu ada 68 unit, Kecamatan Pahandut 35 unit, Kecamatan Jekan Raya 95 unit, Kecamatan Sabangau 44 dan Kecamatan Rakumpit dapat 38 unit. (HENDRI/Y)









