Klotok jenis cess (perahu kecil bermesin) tenggelam setelah diterjang putasan arus, atau disebut ulak, di Sungai Sura Panji, Desa Muara Talang, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan (Barsel). Dalam peristiwa  itu Hinal Bin Hurman, 60, hilang, sedangkan anak korban bernama Susanti Binti Hinal, 33, serta cucunya Siti Aisyah selamat. 


Menurut Susanti, warga desa Talio RT 07/RW 03 Kecamatan Karau Kuala, peristiwa

terjadi pada Sabtu (12/3/2016) sekitar pukul 08.00 Wib. Ia dan anaknya bersama sang ayah, Hinal, berangkat dari Desa Talio menuju kota Buntok dengan menggunakan kelotok cess. 


Dalam perjalanan itu, perahu yang dikemudikan oleh ayah mereka melalui jalan pintas yakni menyusuri Sungai Sura Panji karena waktunya lebih cepat sekitar 30 menit.

 

“Namun nahas sebelum sampai tujuan kelotok cess karam karena terisap dan masuk ke dalam pusaran air yang pada saat itu cukup deras,” kata Susanti kepada Borneonews sambil terisak, Minggu (13/3/2016).


Melihat kelotok karam, lanjutnya, ia bersama anaknya berenang untuk menyelamatkan diri dengan sebatang kayu yang mengapung untuk berpegangan. 


Tak berselang lama, warga yang kebetulan melintasi daerah itu menyelamatkan mereka. Namun sang ayah menghilang.


Sementara itu Kapolsek Dusun Selatan AKP Tri Prasetyo membenarkan peristiwa tenggelamnya kelotok jenis cess di Sungai Sura Panji, tepatnya di Desa Muara Talang.


Sejak menerima laporan dari masyarakat, lanjut dia, pihaknya bersama warga langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya cess tersebut.


“Namun dari kemarin hingga siang ini korban beserta klotoknya masih belum ditemukan,” ujarnya, Minggu (13/3/2016). (URIUTU DJAPER/m)