PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perundungan atau perilaku bullying nyatanya berefek domino, tidak hanya dirasakan oleh korban perundungan saja, tetapi juga pelaku hingga sanksi dari aksi perundungan.

Psikolog anak, Rensi mengatakan perundungan merupakan perilaku negatif yang dilakukan secara berkelanjutan, artinya tidak hanya satu atau dua hari saja.

Ia menjelaskan karena pengulangan tersebut, mengakibatkan korban cenderung akan mengalami tekanan secara psikologis bahkan tidak jarang menimbulkan perubahan perilaku, penurunan prestasi belajar, trauma, dan lain-lain.

“Untuk korban ini dampak dari bullying yang tidak hanya dilakukan sehari dua hari pastinya sangat berat, karena efek traumanya itu dapat dibawa di sepanjang hidup korban, artinya jangka panjang,” tuturnya.

Rensi mengaku sempat memberikan terapi pada seorang siswa SMA yang pernah menjadi korban bullying ketika Sekolah Dasar.

Tindakan bullying membuatnya menjadi orang yang kurang percaya diri, takut, berkeringat dingin, dan tidak fokus ketika berbicara didepan banyak orang.

Sementara itu, dampak negatif perundungan bagi pelaku sendiri adalah pelaku perundungan akan belajar bahwa tidak ada risiko apapun bagi mereka bila melakukan kekerasan, agresi, maupun mengancam anak lain.

--page

Namun Ketika dewasa maka pelaku memiliki potensi lebih besar menjadi pelaku kriminal dan cenderung akan bermasalah dalam fungsi sosialnya.

“Sedangkan para saksi, mereka cenderung akan mengalami perasaan yang tidak menyenangkan dan mengalami tekanan secara psikologis. Saksi cenderung merasa terancam dan ketakutan atau bahkan berpotensi menjadi korban selanjutnya,” ucapnya. (HERMAWAN DP/R)