PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Psikolog anak, Rensi menyampai perundungan atau bullying bisa terjadi karena berbagai alasan.

Namun menurutnya tidak sendikit aksi perundungan terjadi karena hal sepele, seperti rasa tidak suka atau iri kepada teman yang lebih berprestasi.

"Ketidaksukaan itu diekspressikan melalui perbuatan yang buruk, mengganggu atau membuat orang lain merasa terganggu," ungkapnya.

Ia mencontohkan seperti siswa SMA korban perundungan yang pernah menjadi klien terapinya, mendapatkan perlakuan buruk karena rasa tidak suka.

"Dulu saat SD dia (kliennya) aktif, selalui menjawab pertanyaan yang diberikan guru, tetapi ada temannya yang tidak menyukai dan akhirnya membullynya karena merasa bahwa dia sok pintar jadi tidak ada yang mau berteman lagi akhirnya," ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat, terutama pelajar, untuk mulai peduli dengan orang lain, jangan menggoda secara verbal dan memanggil dengan nama yang tidak disukai, mendorong dan memukul, penolakan dan pengecualian dari lingkungan sosial. "Karena itu termasuk tindakan bullying,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/R)