Kantor Sekolah Dasar Negeri 2, di Jl Walter Condrad, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibobol maling. Sekolah merugi hingga Rp20 juta.
Maling tersebut beraksi pada Sabtu (12/3/2016). Para guru baru mengetahui aksi itu sekitar pukul 05.30 WIB.
“Maling itu masuk melalui pintu depan kantor, dengan cara mencongkel. Hal itu tidak diketahui oleh masyarakat, karena letak kantor tertutup oleh ruangan kelas,” ujar Kapolsek Baamang Iptu I Made Rudia, Minggu (13/3/2016).
Sekolah mengalami kerugian hingga Rp20 juta karena pencuri itu mengambil sejumlah barang elektronik dan komputer. Seperti dua CPU, sebuah monitor LCD, keyboard, mouse, active speaker, dua modem Speedy, satu proyektor, amplifier, speaker besar, bola lampu, dan juga bendera merah putih.
“Hingga kini kasus pencurian tersbeut masih kami selidiki. Pelakunya belum tertangkap,” lanjut Rudia.
Pencurian tersebut diketahui pertama kali oleh Johni, 34, seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut. Pagi itu ia datang ke sekolah. Ia kaget karena melihat pintu kantor yang biasa dikunci ketika para guru pulang, kini terbuka lebar.
Ia pun bergegas masuk ke dalam kantor tersebut. Alangkah kagetnya ia melihat seisi kantor berantakan. Selain itu, CPU yang ada di meja Tata Usaha juga sudah hilang.
Johnipun langsung menghubungi kepala sekolah, sambil memeriksa barang berharga lainnya. Dan benar saja, bahwa sejumlah alat komputer lainnya juga hilang.
“Mereka tidak hanya rugi akibat barang berharga itu hilang, namun isi di dalam dua CPU tersbeut sangat penting. Seperti perhitungan keuangan, dan lainnya,” ungkap Rudia.
Saat ini, sekolah tersebut terpaksa tidak bisa menggunakan komputer untuk bekerja. Namun Rudia akan berusaha untuk mencari pelakunya tersebut. (M HAMIM/m)


