PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah menilai perencanaan kontingensi memiliki peran penting dalam meminimalisir resiko bencana.

“Guna meminimalisir tingkat resiko bencana yang terjadi, dipandang perlu dilakukan Perencanaan Kontingensi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBPK Kalimantan Tengah Falery Tuwan saat rapat, Kamis, 30 Maret 2023.

Ia menjelaskan perencanaan kontingensi merupakan pemodelan mutakhir respon bencana cepat, tepat, efektif, efisien, bertanggung jawab dalam pelaksanaan mandat perlindungan dan pengungsian masyarakat terpapar bencana secara terpadu.

Hal ini dilakukan bersama antara pemerintah, perguruan tinggi, media, dunia usaha, dan masyarakat sesuai dengan arahan Presiden RI dalam Rakornas PB Tahun 2023 yaitu Lakukan Antisipasi Bencana.

Falery menyebut ada delapan hal yang wajib dilakukan, diantaranya lakukan peringatan dini, edukasi masyarakat, perhatikan tata ruang dan konstruksi.

--page

Kemudian BPBD dan Pemda sebagai ujung tombak penanggulangan bencana, siapkan anggaran penanggulangan bencana di daerah.

Setelah itu daerah harus memasukkan resiko bencana dalam rencana pembangunan dan investasinya, segera bagikan bantuan ke para korban bencana dan jangan ditumpuk di posko dan sederhanakan regulasi kebencanaan serta lakukan manajemen kontrol yang baik. (HERMAWAN DP/J)