Peristiwa penusukan terhadap pemilik Toko Dinda, Tiara Asih, 52, di Jalan Karet, Palangka Raya, Minggu (13/3/2016) sekitar pukul 05.30 WIB ternyata sempat diwarni negosiasi.


Pelaku Anggi, 21, warga yang tinggal di sebuah barak Jalan Jati atau tidak jauh dari rumah korban itu meminta duit sembari menodong korban menggunakan pisau dapur.


"Waktu itu, kakak saya sedang berwudhu. Mau salat Subuh. Kemudian pas keluar langsung bertemu pelaku. Terus pelaku menyekap. Dan meminta duit dengan alasan ada keluarga yang sekarat," ujar Mama Indra, 40, adik korban.


Namun Tiara tidak langsung memberinya. Ia meminta tenggang waktu minimal bisa memberi Senin (14/3/2016) besok. Mendengar ucapan tersebut, Anggi naik pitam dan langsung menusuk korban ke arah leher dan tangan.


"Langsung disekap dan ditusuk di leher serta tangannya. Padahal kakak saya juga sakit-sakitan kolestrol. Beliau hari-hari jualan sembako dan pulsa. Di rumah hanya tinggal dengan anak tunggalnya, Dinda. Suaminya sudah meninggal dunia," ungkapnya.


Nasib yang sama juga dialami Dinda. Siswi MTsN di Palangka Raya itu juga disekap bahkan tangan dan kaki diikat serta mulutnya dilakban. 


"Dinda juga terluka di bagian perut. Terus tangannya terkena gigitan. Mungkin dia melawan pelaku karena badannya juga besar," bebernya.


Menurutnya, pelaku sebenarnya acap belanja di toko korban. Ia menduga jika perbuatan korban sudah direncanakan. Sebab begitu datang, posisinya sudah membawa senjata. Namun Mama Indra menyebut pisaunya itu diduga tumpul. Pelaku juga sempat mengambil pisau dapur milik korban. 


"Yang digunakan mungkin pisau dua-duanya. Saya sendiri dapat kabar ketika kakak saya sudah di RS Muhammadiyah," tuturnya.


Tetangga korban yang enggan menyebut namanya sempat bertanya kepada Anggi sesaat sebelum digiring ke Polsek Pahandut. "Katanya dia mengaku bersama temannya. Temannya nunggu di motor. Tapi tidak ada," ucapnya. (BUDI YULIANTO/m)