Proyek peningkatan sejumlah titik di Jalan Iskandar dan Jalan Pakunegara, Pangkalan Bun menuai kecaman warga. Jalan yang dinilai masih bagus itu kini menjadi licin saat hujan, berdebu setelah mengering dan bergelombang.


Warga Kota Manis (julukan Pangkalan Bun) semakin geram lantaran sering terjadinya kecelakaan lalu lintas di proyek itu. Warga menilai, pemasangan rambu peringatan terkesan asal-asalan. Seharusnya, rambu-rambu penyempitan jalan terpasang 100 meter atau 200 meter sebelum proyek digarap.


"Jika malam hari, kondisi sepinya kendaraan membuat pengendara melaju dengan kecepatan, apalagi posisi proyek berada di turunan jalan," ujar pemilik kios di sekitar proyek jalan Iskandar, Nanik. Minggu (13/3/2016).


Sebelumnya, di proyek seberang jalan sate Ayayan itu sudah memakan korban. "Malaju kenceng, Mas. Dari arah Bundaran Pancasila langsung masuk area penimbunan, mungkin gugup langsung ngerem mendadak. Oleng terus jatuh. Untung tak ada kendaraan dari belakang," ujarnya.


Seorang petugas pendaftaran di RSUD Sultan Imanuddin, Ahmad Subandi membenarkan adanya pasien kecelakaan yang masuk UGD. Setelah mendapat beberapa jahitan di siku dan perawatan karena luka gores, pasien diperbolehkan pulang.


"Saat saya piket ada satu pasien, tidak sampai rawat inap," ujarnya.


Penimbunan jalan dengan cara demikian akan menimbulkan berbagai kendala bagi pengguna jalan terutama kendaraan roda dua yang berlalu lalang dan warga yang berdomisili disekitar jalan.


Sementara, seorang pengusaha kafe di Jalan Pakunegara, Ahong, terpaksa menutup usahanya, debu dari proyek itu mengotori perabot miliknya.


"Bagaimana mau buka, debunya ke mana-mana. Baru beberapa menit dibersihkan, kotornya sudah minta ampun. Lagian, siapa mau mampir kalau kondisinya seperti ini," ujarnya kesal.


Sebelumnya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kobar, Mulyadin sudah mewanti-wanti dinas terkait dan pihak kontraktor pelaksana proyek agar pelaksanaan pelebaran jalan itu tetap memperhatikan azas keselamatan lalu lintas dan kenyamanan para pengguna jalan, termasuk warga yang tinggal di sekitar proyek.


"Dalam pelaksanaanya, harus memperhatikan faktor-faktor kenyamanan dan keamanan serta keselamatan pengguna jalan. Jangan seenaknya," cetusnya.


Dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kotawaringin Barat, Juni Gultom mengaku proyek penimbunan jalan itu proyek pemerintah pusat menggunakan dana APBN.

"Itu proyek pusat, anggarannya bukan dari kami (Pemkab Kobar)," tandasnya.(CR-1/m